Talas, Bahan Pangan Alternatif Warga Lamsel

Editor: Mahadeva WS

LAMPUNG – Selain dari beras, warga Lampung Selatan (Lamsel) juga memenuhi kebutuhan karbohidrat dari talas. Sebagai bahan pangan alternatif, talas, sebagai bahan pangan pedesaan, hingga kini terus dibudidayakan oleh warga setempat.

Sumardi (66), warga setempat menyebut, talas sebagai salah satu tanaman sumber bahan makanan yang menyehatkan. Talas adalah, tanaman umbi, yang kerap dikenal dengan Lompong, Kimpul serta Bentul, menyesuaikan bentuk dan jenisnya.

Budi daya talas, dilakukan secara tumpang sari, dengan tanaman lain. Talas sering dikonsumsi dengan berbagai macam cara pengolahan. Beberapa jenis talas yang ditanam diantaranya talas padi, talas bendruk, talas bentul. Selain dari umbi, talas juga biasa dimanfaatkan dari batang semu-nya untuk disayur. Selain untuk manusianya, penanaman talas juga mendukung usaha budi daya ikan gurami, yang menjadikan daun talas sebagai asupan pakan organik.

“Penanaman talas dilakukan disela-sela tanaman lain, tanpa mengganggu tanaman utama. Selain bisa dimanfaatkan untuk konsumsi pengganti nasi, talas kerap dijual di pasar dan dipesan para pembuat kue,” beber Sumardi, Jumat (16/11/2018).

Talas biasa dikembangkan bersama padi, dengan cara ditanam di pematang sawah. Budi daya biasa dilakukan dengan sistem anakan, dilakukan saat musim hujan, dengan memisahkan anakan dari pangkal umbi.

Astia,salah satu warga Way Baru Bakauheni menanam berbagai jenis sayuran,obat dan talas di lahan kebun miliknya – Foto Henk Widi

Talas biasa ditanam bersama beberapa jenis sayur seperti, talas Belitung atau kimpul, talas Bogor atau bentul, talas padang, talas padi serta talas bendruk. Talas yang kerap laku dijual bersama sayur adalah talas bogor. Ukurannya yang besar, serta umbi yang pulen, membuat talas tersebut bisa diolah menjadi keripik, atau sekedar direbus. Kini tanaman talas menjadi salah satu jenis bahan makanan tambahan sekaligus pengganti nasi.

Astia (50), salah satu warga Way Baru, Desa Bakauheni, menyebut, talas menjadi bahan makanan cadangan, yang paling mudah ditanam. Tanaman tersebut bisa ditanam di lahan kosong di pekarangan rumah.

Talas bisa dikonsumsi dengan cara diolah menjadi makanan tradisional, sebagai camilan bahkan pengganti nasi. “Talas menjadi salah satu bahan pangan untuk perbaikan gizi keluarga yang digencarkan oleh kelompok wanita tani,” beber Astia.

Budi daya talas dilakukan melalui program Rumah Tangga Pangan Lestari (RTPL) pedesaan, yang bertujuan mendukung swasembada pangan. Selain bisa dipergunakan sebagai cadangan makanan, kreativitas mengolah talas bisa memberi sumber penghasilan bagi wanita di wilayah tersebut.

Lihat juga...