Stok Amerika Meningkat, Harga Minyak Turun
LONDON – Harga minyak turun, pada akhir perdagangan, setelah persediaan yang dimiliki Amerika Serikat membengkak ke level tertinggi sejak Desember. Hal itu menambah kekhawatiran, tentang melimpahnya pasokan minyak mentah global.
Tetapi, pembicaraan OPEC tentang pengurangan produksi membatasi kerugian. Patokan global, minyak mentah Brent untuk pengiriman Januari turun 96 sen di perdagangan terakhir, menjadi 62,52 dolar AS per barel pada pukul 18.40 GMT.
Sementara itu, minyak mentah AS, West Texas Intermediate (WTI), untuk pengiriman Januari turun lebih dari satu dolar AS, sebelum berkurang kembali, menjadi menetap 78 sen lebih rendah pada 53,85 dolar AS per barel. Perdagangan sangat tipis karena hari libur Thanksgiving pada Kamis (22/11/2018) di Amerika Serikat.
Analis UBS, Giovanni Staunovo, mengatakan, minyak terbebas dari posisi terendahnya oleh dolar AS yang lebih lemah. Hal itu membuat minyak mentah berdenominasi dolar AS menjadi lebih murah, dari pada untuk pemegang mata uang lainnya. “Dukungan tambahan mungkin berasal dari ekspor Iran yang lebih rendah,” katanya.
Ekspor Iran telah turun beberapa ratus ribu barel per hari (bph) di bulan ini. Sebuah perusahaan pelacak tanker terkemuka mengatakan pada Kamis (22/11/2018), menunjukkan sanksi-sanksi AS yang mulai berlaku bulan ini, telah membuat takut banyak pembeli.
Tetapi, harga tetap di bawah tekanan dari meningkatnya persediaan minyak mentah AS, yang naik 4,9 juta barel menjadi 446,91 juta barel pekan lalu. “Jumlah yang tercatat menjadi tertinggi sejak Desember,” ujar Badan Informasi Energi AS (EIA).
Tamas Varga, analis di pialang PVM mengatakan, tren pasar tetap bearish. “Pertanyaannya adalah, apa yang akan dilakukan OPEC pada Desember, apakah mereka akan memangkas produksi, dan jika ya, seberapa banyak?” tandasnya.
Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) mengkhawatirkan munculnya kembali banjir pasokan. Namun eksportir terbesar OPEC, Arab Saudi, berada di bawah tekanan AS, untuk tidak mengambil tindakan apapun, pada pemangkasan produksi yang akan mendorong harga lebih tinggi lagi.
Lebih banyak minyak mentah AS bergerak menuju ke pasar, karena kemacetan saluran pipa AS sudah dibuka. Peningkatan produksi minyak AS telah melampaui kapasitas, untuk mengangkut minyak mentah tambahan. Untuk mengatasi lonjakan pasokan, OPEC sedang mempertimbangkan kesepakatan untuk memangkas produksi, ketika bertemu pada 6 Desember. Anggota OPEC Iran, diperkirakan akan menolak pengurangan sukarela. Rusia, sekutu OPEC, juga tidak menunjukkan tanda akan bergabung dengan pemotongan. (Ant)