SMASK Bhaktyarsa Terapkan Standar Pendidikan Pengembangan Karakter
Editor: Mahadeva WS
MAUMERE – SMASK Bhaktyarsa Maumere, menerapkan seluruh standar pendidikan pengembangan karakter. Bahkan jika di dalam standar sistem pendidikan nasional ada delapan poin, SMAS Bhaktyarsa menambah satu standar menjadi sembilan poin standar pendidikan karakter.

SMASK Bhaktyarsa Maumere, menambah standar Pengembangan Karakter. Nilai jual sekolah ini pada pengembangan karakter, dimana fokus pada penyembuhan luka batin dan pendampingan psikologi. “Setiap anak yang baru masuk ke sekolah, kami ada pendampingan psikologi untuk mengetahui anak ini latar belakang keluarganya seperti apa, saat SD mata pelajaran apa yang paling disukai termasuk saat di SMP dan lainnya,” sebut Sr. Marcelina Lidi, SSpS,kepala sekolah SMASK Bhaktyarsa Maumere, Kamis (22/11/2018).
Delapan standar pendidikan karakter tersebut adalah, standar Kompetensi Lulusan, Isi, Proses, Pendidikan dan Tenaga Kependidikan, Sarana dan Prasarana, Pengelolaan, Pembiayaan Pendidikan serta standar Penilaian Pendidikan. Pengembangan karakter, akan berpengaruh terhadap mutu pendidikan sekolah. Sekolah memiliki data lengkap identitas anak didik, yang menjadi acuan mendidik siswa.
Di sekolah tersebut, setiap orang dilarang melakukan kekerasan psikologi, verbal dan non verbal. “Data anak secara lengkap semisal dirinya tinggal dengan siapa, jarak dari rumah ke sekolah berapa jauh, kos dimana, nomor telepon orang tua, dia anak ke berapa dan lainnya. Data ini akan berpengaruh terhadap pengembangan karakter anak didik,” tuturnya.
Pendampingan psikologi, berpengaruh kepada proses mendidik yang terbaik. Hal tersebut membawa sekolah, mau menerima semua peserta didik tanpa kecuali, dan tidak mengeluarkan peserta didik meski berstatus ekonomi tidak mampu. Bagi Suster Marcelina, sekolah yang mengeluarkan peserta didik dengan alasan apapun, merupakan sekolah yang gagal total. Dan sekolah yang menerima anak menggunakan seleksi, merupakan sekolah yang kurang bermutu.
“Kalau ada anak yang keluar dari sekolah kami, maka dia mengundurkan diri atas kemauan sendiri, dan juga karena orang tuanya pindah tempat tinggal di luar daerah,” sebutnya.
Angel, siswi kelas X IPS 3 SMASK Bhaktyarsa menyebut, di sekolahnya, peserta didik diberi kebebasan untuk berkreasi. Semua siswa, guru dan pengurus lembaga pendidikan, selalu mendukung apa yang dilakukan siswa. “Sekolah selalu mendukung agar kita bisa berbuat yang terbaik. Semua itu sesuai kemampuan yang kita miliki baik di bidang kesenian, olahraga maupun di bidang akdemik,” tuturnya.
Siswa selalu diberi motivasi, baik melalui berbagai kegiatan ekstrakurikuler, maupun melalui berbagai kegiatan rohani, untuk menempa kepribadian siswa.