Pengelolaan Transportasi, Menjadi Tantangan Terbesar Jakarta

Editor: Mahadeva WS

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan saat meraih penghargaan Grand Property Award – Foto Lina Fitria

JAKARTA – Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, menyebut, masih banyak tantangan yang harus diselesaikan dalam pengelolaan transportasi umum di Jakarta. Tantangan terbesarnya adalah, merubah paradigma agar masyarakat mau mempergunakan angkutan umum.

“Salah satu tantangan terbesarnya adalah bagaimana angkutan umum massal, bisa membawa lebih banyak penduduk ibu kota dan sekitarnya. Hari ini, kita masih memiliki rasio 25 berbanding 75. Sebanyak 25 persen yang menggunakan kendaraan umum massal, dan 75 persen menggunakan kendaraan pribadi,” kata Anies, Kamis (22/11/2018).

Untuk mewujudkan integrasi transportasi massal, dibutuhkan kendaraan angkutan umum, yang mampu menjangkau semua wilayah Ibu Kota. Termasuk terjangkau secara harga, tersambungkan dengan moda transportasi lain, dan memberikan kenyamanan.

“Tantangan kita besar. Karena selama ini, BUMD kita berjalan sendiri-sendiri. Tapi, untuk pertama kalinya dalam sejarah Ibu Kota, semua pengelola angkutan umum, mau bekerja sama dengan pemerintah,” tambahnya.

Salah satu solusi yang ditawarkan Pemprov DKI Jakarta adalah, pengintegrasian moda transportasi umum dengan Jak Lingko. Dengan moda tersebut, Anies yakin, seluruh operator transportasi umum di Jakarta bisa bekerja sama dengan baik. “Semua mau terintegrasi dalam sebuah jaringan yang kita sebut dengan Jak Lingko,” tandasnya.

Sebelumnya, Anies telah meluncurkan Jak Lingko, untuk menggantikan OK Otrip yang selesai diujicobakan. Nama Jak Lingko, merupakan istilah dari Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur, yang berarti sawah yang terintegrasi berbentuk seperti jaring laba-laba. “Itulah yang kita upayakan di Jakarta hari ini, angkutan umum seperti jaring laba-laba, yang menjangkau seluruh wilayah. Naik dari mana saja bisa tersambungkan ke angkutan umum di mana saja. Dan sampai tujuan ke mana saja, dalam waktu tiga jam dengan satu harga,” jelasnya.

Atas prakarsanya tersebut, Anies diganjar penghargaan Grand Property Award 2018. Anies meraih penghargaan untuk kategori tokoh yang inspiratif dan aktif melakukan pembinaan terhadap Badan Usaha Milik Daerah (BUMD). Penghargaan tersebut dijanjikannya, sebagai titik awal, yang akan ditindaklanjuti untuk terus bekerja bersama BUMD, memberikan pelayanan terbaik di Jakarta. Anies mendorong, agar BUMD di DKI Jakarta, khususnya MRT dan TransJakarta, bisa bekerjasama. Dengan Key Performance Indicator (KPI) yang sama, yakni 60 persen, keduanya menjadi sarana yang ampuh untuk mengalihkan penduduk Jakarta menggunakan angkutan umum.

Lihat juga...