Pertengahan Desember, APK Pemilu 2019 di NTT Didistribusikan
KUPANG – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) menargetkan, Alat Peraga Kampanye (APK) Pemilu 2019, didistribusikan ke parpol pada pertengahan Desember 2018.
Saat ini, APK yang akan dibagikan kepada parpol masih dalam proses pencetakan. APK yang akan dibagikan hanyalah, baliho pasangan calon presiden yang bertarung dalam Pemilu 2019. “Mulai bulan depan, kita distribusikan kepada partai. Kita hanya menyiapkan baliho pasangan calon presiden dan wakil presiden,” kata Ketua KPU NTT, Maryanti Adoe, Rabu (28/11/2018).
Komisioner KPU NTT, Yosafat Koli, menambahkan, selain baliho capres, KPU NTT, juga membagikan spanduk untuk 36 calon anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) dari NTT. Setiap calon akan memperoleh 10 buah spanduk. Baliho dan spanduk, akan berisi visi dan misi, serta program kerja parpol. Terkait jumlah yang sangat terbatas, KPU meminta, parpol menambah jumlah APK, namun dengan menggunakan desain yang sebelumnya diserahkan kepada KPU.
Sementara itu, KPU DIY sukses mengefisiensi penggunaan anggaran pengadaan logistik Pemilu 2019, khususnya pada kegiatan pengadaan sampul. “Pengadaan logistik yang menjadi kewenangan kami dilakukan melalui e-katalog. Ada penghematan yang sangat besar sehingga sisa anggaran dikembalikan lagi ke negara,” kata Ketua KPU DIY, Hamdan Kurniawan.
Sebelumnya, KPU DIY sudah mengalokasikan anggaran pengadaan logistik senilai Rp4 miliar. Namun, setelah dihitung ulang, kebutuhan anggaran untuk pengadaan logistik hanya sekira Rp3 miliar. “Tetapi, saat melakukan pengadaan menggunakan e-katalog, hanya dibutuhkan anggaran sekitar Rp516 juta, sehingga kami mengembalikan anggaran Rp3,5 miliar. Ada efisiensi anggaran yang cukup besar dan tidak ada yang main-main dengan anggaran,” katanya.
Pemenang lelang pengadaan sampul Pemilu 2019, berada tidak terlalu jauh dari Yogyakarta, yaitu berada Klaten Jawa Tengah. “Kami sudah mengecek proses pembuatan sampul. Harapannya, sampul sudah bisa didistribusikan ke kabupaten dan kota pada 2-3 Desember,” katanya.
Secara umum, tidak ada kendala dalam proses distribusi logistik kebutuhan Pemilu 2019 di DIY. Hampir seluruh wilayah bisa diakses kendaraan. “Kalau toh ada, wilayah dengan medan yang sulit, masih bisa menggunakan tenaga manusia. Tetapi, lokasi seperti itu sangat sedikit,” katanya.
Saat ini, seluruh KPU kabupaten dan kota di DIY, sudah menerima logistik berupa kotak suara, bilik suara dan tinta. Pengadaan logistik tersebut, menjadi kewenangan dari KPU RI. “Yang nanti menjadi tantangan dalam distribusi logistik adalah hujan. Hal ini disebabkan, kotak dan bilik suara terbuat dari karton. Meskipun terbuat dari karton kedap air, tetapi kami harus bisa memastikan bahwa logistik tersebut dalam kondisi baik dan bisa digunakan,” tandasnya.
Sedangkan untuk memastikan keamanan surat suara yang dimasukkan dalam kotak suara, KPU DIY sudah menyiapkan cara menyegel dengan menggunakan kabel tie, sebagai kunci kotak suara. (Ant)