Pertamina Hulu Mahakam Kenalkan Cara Pemadaman yang Benar

Redaktur: ME. Bijo Dirajo

BALIKPAPAN — Maraknya kebakaran yang terjadi di Balikpapan dalam setahun terakhir menjadi perhatian khusus Pertamina Hulu Mahakam (PHM). Menekan kasus tersebut, anak usaha PT Pertamina itu memberikan pelatihan dan pengenalan penggunaan alat pemadam api ringan kepada para jurnalis, Sabtu (3/11/2018).

QSA Safety Operation & On Scene Commander, Asep Dedi. Foto: Ferry Cahyanti

Pengenalan dan pelatihan menggunakan alat pemadaman api ringan dilakukan di sela-sela media team building yang diselenggarakan bersama para pejabat di lingkungan humas PHM.

Kepala Departemen Hubungan Media, Kristanto Hartadi mengatakan, pelatihan pemadaman api dilakukan oleh tim QSA Safety Operation yang memiliki jam terbang tinggi.

“Di lingkungan perusahaan, tim ini selalu mendapat juara umum dalam lomba pencegahan kebakaran atau pemadaman api,” kata Kristanto.

Pengenalan dan pelatihan pencegahan kebakaran kepada para jurnalis, merupakan bagian dari upaya PHM memasyarakatkan kemampuan pencegahan dini kebakaran.

“Melalui rekan-rekan media, diharapkan masyarakat dapat mencegah kebakaran yang lebih besar,” imbuh QSA Safety Operation & On Scene Commander, Asep Dedi.

Dia menjelaskan, api tercipta dari proses kimia yang dikenal dengan teori segitiga api.

“Proses kimia yang dimaksud adalah oksidasi cepat yang menghasilkan panas dan cahaya,” kata Asep.

Ia menambahkan, api dapat tercipta apabila terjadi penggabungan tiga unsur segitiga api tersebut.

Yakni, material seperti kertas, kain, kayu. Kemudian udara sebagai zat pengoksidasi, misalnya oksigen, hidrogen, gas. Ketiga, unsur panas sebagai pemicu timbulnya api.

“Ada suatu kasus, kebakaran terjadi setelah pemilik rumah menyalakan lampu. Itu bisa terjadi apabila dalam rumah itu, gas mengalami kebocoran dan tidak ada ventilasi,” bilang dia.

Untuk mengatasi kebakaran, dia menyarankan masyarakat menyiapkan alat pemadam api ringan, fire blanket, atau karung goni.

“Yang perlu diperhatikan jika memadamkan api dengan karung goni harus dibasahi dulu. Perhatikan arah api, dan tutup bagian tubuh dengan cara memegang yang benar,” jelas Asep.

Dalam kesempatan tersebut, para jurnalis dilatih menggunakan perlengkapan pemadam api seberat 12 kilogram. Mereka juga melakukan simulasi pemadaman menggunakan alat pemadam api ringan.

Sementara itu Kepala Divisi Komunikasi PHM, Handri Ramdhani berharap latihan ini dapat bermanfaat untuk mencegah kebakaran meluas.

Lihat juga...