Peringati Hari Anak Internasional Sekolah di Denpasar Gelar OCDay
Editor: Mahadeva WS
DENPASAR – Memperingati Hari Anak Internasional, yang jatuh di November ini, 18 sekolah di Denpasar mulai dari TK hingga SMP, secara serentak melaksanakan program Outdoor Classroom Day (OCDay).
Kepala Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga Kota Denpasar, Drs. I Wayan Gunawan, mengungkapkan, program OCDay adalah bagian dari upaya menjadikan sekolah ramah anak. OCDay adalah program pemerintah pusat, yang dilaksanakan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak.
Di program tersebut, diberikan pembelajaran di luar kelas selama tiga jam, agar anak tidak jenuh. Kegiatan tersebut diharapkan dapat menumbuhkan kreativitas, menggalakkan olahraga dan permainan tradisional. “Sudah dimulai sejak Rabu (31/10/2018). Sekira tiga jam pembelajaran di luar kelas, membuat anak tidak jenuh dan menumbuhkan kreativitas. Menggalakkan kembali olahraga dan permainan tradisional, yang dulu pernah kita mainkan. Untuk hari ini 18 sekolah yang dicanangkan, nanti akan ada sekolah lain yang polanya bisa kita terapkan,” jelasnya, Kamis (1/11/2018).
Dimulai dari pukul 07.00 Wita, guru menyambut siswa dengan 3S atau Senyum, Sapa, Salam. Dilanjutkan menyanyikan lagu Indonesia Raya, cuci tangan sebelum makan, baca doa bersama sebelum makan, cuci tangan setelah makan. Kegiatan dilanjutkan dengan pemeriksaan lingkungan, menyingkirkan tanaman dan barang yang dapat membahayakan siswa, mematikan lampu yang tidak diperlukan dan mematikan kran air yang terbuka.
Mulai sekira pukul 08.00 anak-anak diajak membaca buku di luar kelas. Program kemudian dilanjutkan dengan berbagai kegiatan luar ruangan seperti, simulasi sadar bencana dalam lagu dan gerak, senam Germas, permainan tradisional, yel-yel Sekolah Ramah Anak, deklarasi Sekolah Ramah Anak, pelantikan Tim Sekolah Ramah Anak. “Dalam kegiatan Outdoor Classroom Day ini bagaimana menciptakan anak senang, guru tenang, orangtua bahagia,’’ ujar Gunawan.
Di Kota Denpasar ada 18 sekolah yang mendapatkan predikat Sekolah Ramah Anak, yaitu TK Negeri Pembina Denpasar, TK Kartika Denpasar, SDN 22 Dauh Puri, SDN Panjer, SDN 1 Peguyangan, SDN 17 Pemecutan, SDN 26 Pemecutan, SDN 1 Sumerta, SDPN Tulangampiang dan SDN 8 Dauh Puri.
Di jenjang SMP ada, SMPN 10 Denpasar, SMP Dwijendra Denpasar, SMPN 1 Denpasar, SMPN 8 Denpasar, SMPN 9 Denpasar, SMPN 12 Denpasar, SMP Wisata Sanur, dan SMP Ganesha Denpasar.
Sekolah ramah anak bertujuan untuk memenuhi, menjamin, dan melindungi hak-hak anak, serta memastikan bahwa satuan pendidikan mampu mengembangkan minat dan bakat. Sekolah juga menyiapkan anak untuk memiliki sikap toleran, saling menghormati, dan bekerjasama untuk kemajuan dan semangat perdamaian.
Pola yang diterapkan di OCDay, akan diterapkan ke sekolah-sekolah lain. ‘’Harinya hari anak, dalam satu hari. Program sekolah sebagai ramah anak. Akan kami terapkan juga ke sekolah lain secara bertahap, memang sangat positif dalam penguatan pendidikan karakter,’’ tukasnya.
Gunawan menyebut, Pemkot Denpasar telah delapan kali berturut-turut, sejak 2011 memperoleh penghargaan sebagai Kota Layak Anak Kategori Nindya. Penghargaan diberikan, karena Denpasar dinilai berhasil dalam hal pemenuhan hak anak. “Dari pemenuhan hak-hak anak ini, baik dari pemberian ruang kreativitas kepada anak-anak di setiap program pemerintah, hingga memberikan fasilitas yang nyaman kepada anak saat berinteraksi di luar lingkungan keluarga mereka,” pungkasnya.