Pemkot Malang Launching e-Retribusi Pasar Rakyat
Redaktur: ME. Bijo Dirajo
MALANG — Menciptakan transparansi dalam retribusi, Pemerintah Kota Malang hari ini secara resmi me-launching e-retribusi yang akan diterapkan di seluruh pasar rakyat yang ada di kota tersebut.
“Kalau yang kemarin mungkin ada kecurigaan dengan juru karcis, yang biasa narik iuran keliling, uangnya nyampek atau tidak.,” sebut Wali Kota Malang, Sutiaji saat launching e-retribusi di Pasar Besar, Selasa (13/11/2018).
Diterangkan, dengan pemberlakuan e-retribusi, maka yang dibayarkan setiap pedagang pasti sampai ke pemerintah yang nantinya akan dikembalikan lagi kepada masyarakat berupa fasilitas.
“Hasil dari retribusi tersebut, nantinya harus dikembalikan pada fasilitas pasar. Jangan sampai pedagang justru merasa dirugikan. Karena pasar merupakan tempat yang strategis untuk menunjang ekonomi kerakyatan,” tegasnya.
Lebih lanjut Sutiaji mengimbau, kepada seluruh Aparatur Sipil Negara untuk tidak segan berbelanja di pasar rakyat. ASN harus dapat memberikan contoh kepada masyarakat dengan cara berbelanja di pasar tradisional.
“Ada gerakan ayo belanja di pasar rakyat, dan ASN yang jumlahnya sekitar tujuh ribu orang ini harus bisa membiasakan diri berbelanja di pasar rakyat. Karena di sini, kita bisa saling berkomunikasi dan berinteraksi antara penjual dan pembeli. Hal ini yang tidak ditemui di pasar modern,” ungkapnya.
Tidak ada lagi alasan rumahnya jauh dari pasar, karena ada 27 pasar rakyat yang tersebar di kota Malang.
Sementara itu, Kepala Dinas Perdagangan Kota Malang, Wahyu Setianto menerangkan, dari 27 pasar yang ada di Kota Malang, 25 di antaranya sudah menerapkan e-retribusi.
“Pasar Besar menjadi pasar terbaru yang menerapkan e-retribusi. Dua pasar yang masih dalam proses yakni Pasar Blimbing dan Comboran Timur,” ungkapnya.
Secara teknis, Wahyu menjelaskan, para pedagang yang menggunakan e-retribusi harus membuat rekening dan menabung di Bank Jatim. Saldo yang berada di tabungan inilah yang nantinnya bisa digunakan untuk membayar e-retribusi dengan cara menggesekkan kartu ke alat yang dibawa oleh petugas.
“Dengan begitu, petugas kami sudah tidak lagi menerima uang tunai dari pedagang,” pungkasnya.
Dalam acara tersebut juga gelar festival pasar untuk menarik minat masyarakat kembali berbelanja di pasar rakyat.