Nelayan Berharap Operaslisasi SPDN di Gorontalo Serius

Ilustrasi SPBU - Foto Dokumentasi CDN

GORONTALO – Para nelayan di Kabupaten Gorontalo Utara, Provinsi Gorontalo, berharap pemerintah serius mengoperasikan stasiun pengisian bahan bakar Solar Paket Diler Nelayan (SPDN), untuk keperluan melaut.

“Kami terpaksa membeli bahan bakar melalui tengkulak, sebab fasilitas pengisian bahan bakar yang ada di Pelabuhan Gentuma, seringkali kosong,” ujar salah satu nelayan Gorontalo, Hudi Alamri, Minggu (11/11/2018).

Fasilitas SPDN, yang ditempatkan di Pelabuhan Gentuma, sering terlambat mendapat pengisian. Akibatnya, aktivitas pengisian bahan bakar nelayan, masih dilakukan melalui tengkulak. Harga di tengkulak cukup tinggi, mencapai Rp8 ribu per liter. Diharapkan, pemerintah daerah, provinsi maupun pusat, segera menyeriusi keperluan nelayan yang mendesak itu. “Bahan bakar menjadi salah satu keperluan utama untuk melaut, jika harganya tinggi dan sulit didapatkan, maka keuntungan sulit dinikmati nelayan,” ujarnya.

Dedy Dunggio, nelayan pemilik kapal ikan di Desa Pasalae, Kecamatan Gentuma menyebut, terpaksa membeli bahan bakar di tengkulak, agar aktivitas melaut tetap lancar. Namun kondisi itu, tidak bisa dibiarkan berlangsung lama, sebab sangat berpengaruh pada pendapatan nelayan.

Pemerintah harus bisa mendorong operasional SPDN. Agar pengisiannya sesuai dengan kebutuhan nelayan atau kapal ikan yang ada di wilayah itu. Rata-rata ada 10 unit kapal ikan diatas maupun dibawah 30 Gross Ton (GT), yang beroperasi melalui Pelabuhan Gentuma. (Ant)

Lihat juga...