Mahasiswa Ciptakan Alat Ekstraksi Minyak Atsiri Vactor
Editor: Mahadeva WS
MALANG – Indonesia memiliki potensi yang menghasilkan minyak atsiri cukup besar. Dari 80 jenis tanaman aromatik yang ada di dunia, lebih dari 40 jenis diantaranya terdapat di Indonesia.
Hanya saja, teknologi yang ada masih sangat sederhana, sehingga kualitas minyak atsiri yang dihasilkan masih rendah. Hal inilah melatarbelakangi lima mahasiswa Universitas Brawijaya (UB), menciptakan alat Vacuum Destilator (Vactor). Para kreator vactor tersebut adalah, Widya Nur Habibah, Muhammad Aliy Akbar, Faisal Ramadhan, Nabilla Putri Aryanti dan Dea Desideria Yusuf.
Widya menjelaskan, Vactor merupakan sebuah inovasi teknologi ekstraksi minyak atsiri, sebagai solusi pemanfaatan tanaman aromatik untuk peningkatan kualitas dan produktivitas essential oil. “Indonesia sebenarnya memiliki banyak tanaman aromatik. Hanya saja teknologinya yang masih sangat sederhana sehingga mempengaruhi kualitas dan berdampak pada nilai ekspornya,” jelasnya, Kamis (1/11/2018).
Kebutuhan minyak atsiri saat ini masih sangat tinggi. Minyak tersebut bisa digunakan sebagai bahan kosmetika, parfum maupun obat-obatan. Semua tidak terlepas dari keberadaan senyawa kimia yang terkandung dalam minyak atsiri.
Jika pada umumnya, untuk mengekstrak minyak atsiri harus menggunakan suhu yang tinggi, dan membutuhkan waktu yang cukup lama, sekira tujuh hingga delapan jam. Namun, dengan memakai Vactor, ekstraksi hanya membutuhkan waktu satu jam, dengan suhu 70 derajat celsius. “Dengan begitu, zat aktif yang ada didalamnya dapat terjaga, sehingga bisa meningkatkan kualitas dan produktivitas minyak atsiri tersebut,” terangnya.
Kreator lainya, Akbar menyebut, untuk mengaplikasikan vaktor cukup mudah. Bahan-bahan yang akan di ekstrak seperti kulit jeruk, dimasukkan ke dalam alat dan ditutup. Kemudian diatur suhu, dengan menyalakan kompor, hingga mencapai suhu yang diinginkan. “Setelah proses ektraksi berjalan selama satu jam, minyak atsiri murni kemudian akan keluar dari kran yang disediakan,” terangnya.
Tidak hanya dari kulit jeruk, Vactor juga bisa digunakan untuk mengekstrak minyak atsiri dari tanaman aromatik lain seperti serai, kemangi dan nilam. Saat ini, Vactor telah diaplikasikan disalah satu mitra para mahasiswa. Diharapkan, vactor bisa diterapkan di masyarakat produsen minyak atsiri, meski masih perlu beberapa perbaikan, agar proses kerjanya lebih praktis dan mampu menghasilkan minyak secara maksimal.