KSU Derami Padang Bantu Usaha Rakyat di Kawasan Wisata
Redaktur: ME. Bijo Dirajo
PADANG — Kawasan pariwisata memang tidak dapat dipungkiri turut menumbuh kembangkan ekonomi masyarakat. Namun keterbatasan modal, hanyalah ibarat menonton film, tanpa bisa terlibat langsung.

Seperti halnya kawasan pariwisata di Pantai Padang, Sumatera Barat, yang sudah terkenal dengan keindahannya, telah memberikan dampak terhadap perekonomian masyarakat setempat, melalui usaha berdagang. Setidaknya ada seribuan pedagang yang berada di sepanjang Pantai Padang tersebut.
Namun dengan keberadaan KSU Derami binaan Yayasan Damandiri melalui Pos Pemerdayaan Keluarga (Posdaya) di daerah tersebut sejak tahun 2013 lalu, perlahan-lahan mampu mengatasi permasalahn tersebut.
Seperti yang dikatakan oleh Ketua Posdaya Purus Saiyo Baharuddin, saat ini bisa dikatakan usaha masyarakat di kawasan Pantai Padang, berjalan dengan baik.
“Masyarakat di sini untuk satu kelurahan saja yakni di Kelurahan Purus mencapai 6.480 jiwa. Sementara yang tergabung menjadi anggota di Posdaya yang telah menikmati pinjaman modal usaha 108 orang. Mereka bergerak di berbagai jenis usaha,” katanya, Rabu (21/11/2018).
Baharuddin yang akrap disapa Aciak ini menjelaskan, mengingat masyarakat yang menjadi anggota berdomisili di kawasan wisata pantai, maka usaha dagang dan nelayan memang paling banyak menjadi anggota Posdaya Purus Saiyo ini.
Hampir sebagian besar pedagang yang ada di lokasi wisata Pantai Padang merupakan anggota Posdaya. Begitu juga untuk nelayan, di Purus para bapak-bapak berprofesi sebagai nelayan, dan ibu-ibu menjalankan usaha di rumah, maupun di lokasi wisata.
“Ekonomi masyarakat sejak adanya Posdaya sangat terasa bergeliat. Hal ini terlihat dari aset di rumah yang dimiliki, begitu juga dengan untuk kebutuhan anak-anak mereka yang bersekolah. Artinya, persoalan putus sekolah akibat ekonomi lemah, bisa diatasi,” ujarnya.
Aciak menyebutkan, persoalan kredit macet memang tidak bisa dihindari di Posdaya Purus Saiyo, karena karakter masyarakat setempat terbilang cukup keras wataknya. Kendati demikian, juga cukup banyak masyarakat yang bahkan lebih cepat melunasi pinjaman sebelum waktu kredit yang telah ditetapkan.
“Bagi saya, tidak ada yang dipermasalahkan, jika ingin melunasi lebih cepat silakan. Itu tandanya mereka berhasil menjalankan usaha. Khawatirnya bayar kredit macet, tandanya usaha kurang berjalan dengan baik,” ucapnya.
Meski berdagang di lokasi pangsa pasar yang bagus, Posdaya Purus Saiyo, tidak menutup mata dari kondisi usaha yang dijalani. Sebut saja bagi anggota yang telah melunasi kredit pinjaman, dan mengajukan kembali pinjaman. Posdaya perlu melakukan survei usaha dari yang mengajukan pinjaman itu, sebelum disetujui pengajuan pinjaman modal usaha dari Tabur Puja.
Tujuannya, setelah adanya penambahan jumlah kredit, tidak memberatkan bagi masyarakat, karena apabila pinjaman kedua diterima, jumlah akan meningkat, dan pembayaran kredit pun akan meningkat.
“Di kawasan di sini sebenarnya tidak hanya Tabu Puja, tapi ada jenis lembaga peminjaman uang lainnya. Jadi kita benar-benar menggaris bawahi juga, kalau sudah mendapat pinjaman dari lembaga lagi, tidak diperbolehkan mendapat pinjaman dari Tabur Puja di Posdaya Purus Saiyo,” sebutnya.