Investasi Perdagangan di Sukabumi Tembus Rp1,7 Triliun

Ilustrasi pedagang kecil - Dok CDN

SUKABUMI – Dinas Perdagangan, Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Disdagkop UKM) Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat mencatat, nilai investasi usaha perdagangan dari pengusaha berskala kecil hingga besar di daerah tersebut, mencapai Rp1,7 triliun.

“Jumlah pelaku usaha perdagangan di Kabupaten Sukabumi saat ini mencapai 18.778 orang. Tersebar di seluruh kecamatan,” kata Kepala Disdagkop UKM Kabupaten Sukabumi, Asep Japar, Selasa (27/11/2018).

Pelaku usaha tersebut terdiri dari, 16.700 pelaku usaha kecil, 799 pelaku usaha menengah dan sisanya 12 pelaku usaha besar. Jenis usaha perdagangan mayoritas berbentuk kuliner atau makanan, namun ada kerajinan tangan dan usaha onderdil kendaraan bermotor.

Setiap tahun, nilai investasi tersebut terus bertambah. Hingga akhir 2018, pertumbuhan nilai sektor pedagangan masih beranjak naik. Semakin berkembangnya sektor perdagangan tersebut diklaim, tidak lepas dari kebijakan Bupati Sukabumi, Marwan Hamami, dengan program pertumbuhan ekonomi. Pemerintah ingin memberdayakan masyarakat, khususnya yang berada di sekitar objek wisata Geopark Ciletuh Palabuhanratu, untuk menjadi wirausahawan. Usahanya dengan memanfaatkan sumber daya alam, dan pariwisata.

Peran pengusaha lokal dalam pertumbuhan ekonomi sangat penting. Keberadaanya akan membuat, perputaran ekonomi khususnya uang, tetap di Sukabumi. Hal itu, akan berimbas tingkat kesejahteraan dan ekonomi terus meningkat. Masyarakat diminta siap dengan cepatnya pembangunan transportasi yang dibangun pemerintah pusat, seperti Jalan Tol Bocimi, jalur ganda kereta api Sukabumi-Bogor, dan dalam waktu dekat akan dibangun Bandara Sukabumi.

“Pembangunan sarana transportasi tersebut dipastikan bisa menyedot investor datang ke Kabupaten Sukabumi, maka dari itu warga harus sejak dini memanfaatkan potensi tersebut jangan sampai kalah bersaing dengan pendatang,” tambahnya.

Sebelumnya, Bupati Sukabumi, Marwan Hamami, mengatakan, pihaknya saat ini terus berpaya menggenjot perekonomian warga, melalui sektor UKM. Upaya dilakukan dengan membentuk wirausahawan baru. Potensi wisata di daerah tersebut sangat mumpuni, dan harus dimanfaatkan dengan membuka usaha seperti kuliner atau kerajinan tangan. (Ant)

Lihat juga...