PURWOKERTO – Harga beras kualitas medium di Pasar Manis, Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, merangkak naik akibat kemarau panjang.
Dari pantauan di Pasar Manis, Purwokerto, harga beras kualitas medium yang sebelumnya Rp9.500 per kilogram, saat ini mencapai kisaran Rp10.000-Rp10.500 per kilogram.
Salah seorang pedagang, Siti Aisah, mengatakan kenaikan harga beras kualitas medium telah berlangsung dalam satu pekan terakhir.
“Sebelumnya, harga beras kualitas medium sebesar Rp9.500 per kilogram, sekarang mencapai Rp10.000 per kilogram. Bahkan, ada (pedagang) yang jual dengan harga Rp10.500 per kilogram, karena beli beras dari sini, kalau saya beli di penggilingan, sehingga bisa jual dengan harga Rp10.000 per kilogram,” katanya, Sabtu (24/11/2018).
Ia mengatakan, kenaikan harga beras di tingkat pengecer itu terjadi karena harga beras di tingkat penggilingan saat sekarang telah mencapai Rp9.200 per kilogram.
Menurut dia, kenaikan harga beras di tingkat penggilingan berlangsung bertahap, dari semula sebesar Rp8.500 per kilogram, menjadi Rp9.000 per kilogram dan sekarang Rp9.200 per kilogram.
“Kenaikan harga beras ini biasa terjadi setiap menjelang akhir tahun, karena masa panen telah lama berakhir. Apalagi, kemarin kemarau panjang, sehingga musim tanam padi berlangsung mundur,” katanya.
Karena itu, dia memperkirakan harga beras kualitas medium akan terus merangkak naik, karena hingga awal 2019 belum ada petani yang panen padi akibat mundurnya musim tanam.
Pedagang lainnya, Sriwanti, mengatakan saat terakhir membeli beras di penggilingan, harganya masih Rp9.100 per kilogram.
“Informasi terakhir yang saya peroleh, harga beras di penggilingan saat sekarang mencapai kisaran Rp9.300-Rp9.400 per kilogram. Jadi sudah mulai naik, namun saya masih jual sebesar Rp10.000 per kilogram,” katanya.
Sebelumnya, Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Purwokerto, Agus Chusaini, mengatakan harga beras di pasaran berpotensi naik akibat mundurnya masa tanam padi pada musim tanam pertama 2018/2019.
“Jadi, memang ada potensi kenaikan harga beras pada awal tahun, sekitar Januari-Februari, jumlah kesediaan beras akan turun, tapi pemerintah sudah impor (beras). Jadi, Insyaallah, mungkin harga (beras) bisa terkendali,” katanya.
Ia menduga, impor beras yang dilakukan pemerintah ditujukan untuk mengantisipasi berkurangnya pasokan bahan pangan itu pada awal 2019 akibat mundurnya musim tanam padi.
Karena itu, dia mengharapkan impor beras yang telah dilakukan pemerintah dapat mencukupi kebutuhan pada awal 2019.
“Dengan adanya impor, cadangan beras pemerintah sekarang kan besar. Jadi, kami berharap pada awal tahun, cadangan masih mencukupi sampai panen berikutnya,” kata Agus. (Ant)