Curi Poin di Palangka Raya, PSS Kian Dekat ke Liga 1

Editor: Makmun Hidayat

PALANGKA RAYA — Target PSS Sleman membawa pulang poin dari lawatan ke Stadion Tuah Pahoe, Palangka Raya berhasil direalisasikan. Meski bukan poin penuh, namun Super Elang Jawa masih bersyukur karena bisa pulang membawa poin satu setelah menahan imbang tuan rumah Kalteng Putra.

Pada laga perdana babak semifinal Liga 2 musim 2018, Super Elang Jawa memaksa tuan rumah mengakhiri laga dengan skor kacamata. Hasil ini memberi keuntungan lebih bagi PSS yang bakal bertindak sebagai tuan rumah di laga kedua nanti.

“Kami bersyukur bisa pulang membawa poin dari Palangka Raya. Ini sudah sesuai target dan tentu saja langkah kami semakin ringan di laga berikutnya,” ucap Seto Nurdiyantara, Pelatih Kepala PSS Sleman, Minggu (25/11/2018) malam.

Seto mengungkapkan, satu poin dari Stadion Tuah Pahoe sudah cukup baik. Terlebih laga sempat terkendala proglem lapangan yang tergenang. Kendati begitu, Cristian Gonzales dan kawan-kawan tetap bisa melanjutkan laga dan memastikan pulang tidak dengan tangan hampa.

Hasil ini, kata Seto, menjadi bekal penting bagi tim kebanggaan Slemania dan Brigata Curva Sud (BCS) untuk memaksimalkan laga pamungkas di Stadion Maguwoharjo nanti. Laga pertama babak semifinal, lanjut dia, memberi gambaran jelas peta kekuatan lawan.

“Dengan laga ini kami punya gambaran yang utuh tentang Kalteng Putra, walau pun sebelumnya kami juga sudah bertemu di babak penyisihan grup. Tapi kali ini lain karena ini laga semifinal,” terang mantan pelatih PSIM Yogyakarta ini.

Disinggung terkait Gonzales yang tidak diturunkan sejak menit awal, Seto memastikan kondisi Gonzales baik-baik saja. Ia juga menampik jika eks striker Persib Bandung dan Arema itu sengaja disimpan. Keputusan tidak memasang El Loco sejak menit awal dilakukan karena pertimbangan medis.

Seto menyebut, sebelum menantang Kalteng Putra, El Loco yang kini sudah tidak muda lagi, telah menjalani medical check up. Hal itu dilakukan guna memastikan kondisinya tetap baik, terutama berkaitan dengan kondisi jantung.

“Dia itu kan sudah tidak muda lagi, jadi kondisi jantung tentu harus terus dipantau. Sama seperti saya, tapi kalau saya ada penebalan sehingga harus dikontrol terus. Begitu dari medis oke, kami tidak ragu lagi menurunkan Gonzales,” pungkasnya.

Lihat juga...