Cagar Budaya Kuatkan Rasa Nasionalisme
PEKALONGAN – Badan Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jawa Tengah menilai, keberadaan cagar budaya di Kota Pekalongan, berpotensi menguatkan rasa nasionalisme, dan jati diri masyarakat sebagai bagian dari bangsa Indonesia.
Koordinator Publikasi dan Pemanfaatan Balai Cagar Budaya (BCB) Jawa Tengah, Wahyu Kristanto, mengatakan, Kota Pekalongan telah menjadi jalur strategis perdagangan dan perkebunan pada masa kolonial Hindia Belanda.
Banyak orang Indo-Eropa, yang berdomisili di kota tersebut, dan meninggalkan tempat yang menjadi cagar budaya, seperi Kampung Arab, Pecinan dan kawasan kolonial lainnya. “Oleh karena banyaknya potensi cagar budaya yang dimiliki Kota Pekalongan, maka akan menguatkan rasa nasionalisme dan jati diri masyarakat di daerah ini, sebagai bagian dari Bangsa Indonesia,” katanya, di sela-sela Pameran Cinta Cagar Budaya, Selasa (20/11/2018).
Benda atau bangunan, dapat disebut sebagai cagar budaya jika memiliki empat kriteria, antara lain berusia dan gaya minimal umur 50 tahun, mempunyai nilai penting bagi sejarah dan kebudayaan, serta bisa menguatkan kepribadian bangsa. “Oleh karenanya, kami mengajak pelajar dan masyarakat, dapat melestarikan cagar budaya yang ada, yang jumlahnya cukup banyak, salah satunya adalah batik dan bangunan kuno,” tandasnya.
Wahyu mengatakan, berkunjung dan mengikuti kegiatan Pameran Cinta Cagar Budaya, pelajar dan masyarakat dapat melihat keterangan gambar atau replika, untuk mengenal cagar budaya. (Ant)