Budi Daya Tanaman Buah Tin Mulai Digemari di Kota Malang

Editor: Koko Triarko

MALANG – Ficus carica atau yang lebih dikenal tanaman buah Tin, merupakan salah satu tanaman yang disebutkan dalam Alquran yang kini banyak dibudidayakan di berbagai negara, termasuk di Indonesia, salah satunya di Kota Malang.
Berawal dari kegemarannya bergelut dengan dunia tanaman, salah satu warga kelurahan Sawojajar, Kota Malang, Imam Qoerdi Misbachoel Oeloem, sejak 2014 mulai membudidayakan tanaman buah Tin yang diyakini memiliki banyak manfaat bagi kesehatan.
“Saya memilih usaha tanaman buah Tin, karena merupakan salah satu tanaman yang disebutkan dalam Alquran, dan sudah banyak diteliti oleh para peneliti, bahwa buah Tin memiliki banyak manfaat bagi kesehatan,” ujarnya kepada Cendana News, Senin (5/11/2018).
Ia menjelaskan, daunnya bisa digunakan untuk mengatasi masalah kolesterol, darah tinggi, sembelit dengan cara direbus dan kemudian diminum. Sedangkan buah Tin juga memiliki banyak manfaat, di antaranya mengurangi risiko penyakit jantung, baik dikonsumsi mereka yang sedang program diet serta memperlancar pencernaan.
Buah Tin yang masih muda -Foto: Agus Nurchaliq
Disampaikan Imam, tanaman Tin memiliki banyak jenis yang dibuktikan dengan berbagai negara telah mengembangkan jenis-jenis tanaman Tin, dengan cara menyilangkan, sehingga bermunculan jenis-jenis tanaman Tin yang baru dan bervariasi mulai dari perbedaan daunnya, warna buah, ukuran buah, tingkat kemanisan buah, hingga rasa buahnya. Negara yang telah mengembangkan Tin, antara lain Amerika, Jepang, Cina dan Italia.
“Saya sendiri punya 60 jenis tanaman buah Tin, yakni jenis Green Jordan, Purple Jordan, Brown Turkey, LSU gold, LSU Purple, Panace tiger, Martina rimada,” akunya.
Menurut Imam, dari sekian banyak jenis tanam buah Tin, jenis Brown Turkey adalah paling banyak dicari konsumen, karena harganya yang relatif murah, mudah beradaptasi dan sangat mudah untuk berbuah.
“Cangkokan jenis Brown Turkey sendiri hanya membutuhkan waktu selama empat bulan untuk berbuah. Dan, dari buah kecil mentah, dibutuhkan waktu 2,5 bulan agar bisa menjadi matang,” terangnya.
Disampaikan Imam, banyak tantangan yang harus dihadapi dalam membudidayakan tanaman Tin, terutama pada musim penghujan, dengan kelembabannya yang tinggi menyebabkan tanaman Tin rawan terserang jamur. Tapi, masalah tersebut bisa disiasati dengan menanam di media tanam yang porus.
Selain itu, serangan hama juga menjadi masalah tersendiri yang harus ditangani, baik secara mekanik, organik maupun kimia. Hama  yang kerap menyerang, di antaranya belalang, penggerek batang dan kutu daun.
“Jika jumlah hama hanya sedikit, kita lakukan secara mekanik dengan cara mengambil dan membuang hamanya. Namun, kalau sudah dalam jumlah banyak, harus kita semprot dengan obat-obatan oraganik. Tapi, kalau kita sudah kewalahan, baru digunakan obat kimia untuk megatasi masalah hama,” ungkapnya.
Sedangkan perawatan lainnya tidak jauh beda dengan tanaman pada umumnya, yaitu dilakukan penyiraman sehari maupuan pemupukan yang bisa dilakukan dengan pupuk organik maupun pupuk kimia.
Selanjutnya pemangkasan yang dilakukan pada daun maupun pada batang-batang yang kurang bagus. Perbanyakan tanaman Tin bisa dilakukan secara vegetatif dengan cara mencangkok.
“Tapi kalau untuk memperbanyak jenis, kita menggunakan sistem grafting,” ucapnya.
Sementara itu, disebutkan Imam, di wialayah Malang Raya sudah ada komunitas tanaman buah Tin yang beranggotakan 21 orang, yang benar-benar fokus membudidayakan tanaman Tin.
“Malang Raya ini termasuk Kota Malang, Kabupaten Malang dan Kota Batu. Kkebetulan ketua komunitasnya saya sendiri,” katanya.
Saat ini, menurut Imam, pemasaran buah maupun bibit tanaman Tin dilakukan secara online maupun langsung datang ke kediamannya yang berada di jalan Kapi Janula, Sawojajar, Kota Malang.
“Harga bibit tanaman Tin mulai dari harga Rp45 ribu sampai dengan ratusan ribu rupiah, tergantung ukuran dan jenis tanamannya. Sedangkan harga semua jenis buah Tin sekitar Rp250 ribu per kilogram. Selain di Malang, kami juga sering mengirim ke daerah Surabaya maupun Gresik,” pungkasnya.
Lihat juga...