PMKS di Sikka Dapat Bantuan Mesin Jahit

Editor: Mahadeva WS

MAUMERE – Pemerintah Kabupaten Sikka, membantu mesin jahit dan mesin obras,  warganya yang menjadi Orang Dengan HIV dan AIDS (ODHA). Bantuan tersebut diharapkan, dapat dimanfaatkan mencari nafkah.

Kepala dinas Sosial kabupaten Sikka Enny Laka,SH.Foto : Ebed de Rosary

Bantuan yang diberikan, menjadi usulan kegiatan di 2017 dan dibiayai dari APBD II. “Bantuan ini berasal dari dana APBD II Kabupaten Sikka, yang diperuntukan bagi lima orang Penyandang Masalaah Kesejahteraan Sosial (PMKS), dalam hal ini ODHA,” sebut Kepala Dinas Sosial kabupaten Sikka, Enny Laka,SH, Kamis (18/10/2018).

Untuk PMKS difabel, Pemkab Sikka melalui dinas sosial di 2017, sudah mengalokasikan bantuan alat-alat pertukangan sebanyak 35 paket. “Harapan saya, bantuan bisa dimanfaatkan dengan baik, dan bisa menjadikan mandiri, dalam pemberdayaan keluarga dan peningkatan ekonomi keluarga. Juga dalam rangka mendukung para suami mencari nafkah,” pesannya.

Selama ini, masyarakat masih sering mengucilkan ODHA. Serta menanggap sebelah mata, kaum difabel. Padahal, mereka memliki hak yang sama sebagai warga negara, terlebih untuk mendapatkan aneka bantuan dan fasilitas. “Ke depannya kami ingin, kaum difabel bisa disediakan tempat semacam Balai Latihan Kerja, agar mereka bisa diajarkan keterampilan sesuai dengan minat dan bakat,” tambahnya.

Rasdiona Rafigis, salah seorang ODHA yang menerima bantuan, kepada Cendana News mengaku, senang dan akan mempergunakan mesin jahit dan obras yang diberikan, untuk mengembangkan bakat yang dimiliki. “Selama ini saya sering menjahit, dan telah memiliki keterampilan itu, namun ketiadaan mesin membuat saya tidak bisa mempraktekan keterampilan saya. Selain menjahit baju dan celana, saya juga bisa menjahit rok dan jahitan lainnya, sesuai pesanan,” tuturnya.

Meski bantuan yang diterima dari pemerintah untuk perorangan, Figis menyebut, akan menghubungi semua teman-temannya yang juga berstatus ODHA, untuk bisa belajar bersama di tempatnya, agar ke depan bisa diajukan mendapatkan bantuan sejenis. “Kalau mereka sudah mahir menjahit maka kami akan usulkan ke Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) kabupaten Sikka atau ke Dinas Sosial Sikka, agar bisa mendapatkan bantuan sejenis,” tandasnya.

Figis berharap, Pemkab Sikka melalui KPA Sikka dan Dinas Sosial Sikka, melakukan pendataan ODHA, termasuk bakat dan keterampilan yang dimiliki. Hal itu dimaksudkan, agar bisa mendapatkan bantuan sesuai keinginan dan keterampilan yang dimiliki.

Lihat juga...