Petani Ragu Bantuan Benih tak Sesuai Kualitas

Editor: Satmoko Budi Santoso

YOGYAKARTA – Sejumlah petani di kawasan Panjatan Kulon Progo mengaku ragu dengan bantuan benih padi yang diberikan pemerintah melalui program bantuan benih langsung pada tahun 2018. Mereka khawatir bantuan benih padi tersebut tak sesuai dengan kualitas yang dibutuhkan para petani.

Seperti diungkapkan salah seorang petani Marjono (65) warga desa Bojong, Panjatan, Kulon Progo, Yogyakarta. Pada musim tanam kali ini, ia mengaku, mendapat bantuan benih padi dari pemerintah sebanyak 5 kilogram benih padi jenis Situbagendit.

Jumlah benih tersebut diperuntukkan bagi setiap petani yang memiliki lahan seluas 1 pakulen atau 1200 meter persegi.

Salah seorang petani Marjono (65) warga Desa Bojong, Panjatan, Kulon Progo – Foto Jatmika H Kusmargana

“Memang bantuan benih ini meringankan petani. Karena kita hanya mengeluarkan biaya ganti transportasi Rp10 ribu. Kalau beli benih sendiri 5 kilogram itu harganya mencapai Rp60-70 ribu. Namun, sayangnya, kita hanya bisa menerima jenis benih yang sudah ditentukan saja. Tidak bisa memilih jenis yang diinginkan,” katanya, saat ditemui Cendana News, Rabu (23/10/2018).

Para petani di kawasan Desa Bojong Panjatan sendiri, selama ini mengaku biasa menanam padi jenis Soponyono. Padi jenis ini dipilih karena memiliki daya tahan yang kuat terhadap genangan air, memiliki jumlah anakan tunas yang banyak serta dapat tumbuh tinggi memanjang dan lebat.

“Kondisi lahan pertanian di sini berbeda dengan daerah lain. Kalau sudah kena air, maka susah surut. Sehingga butuh tanaman yang tahan terhadap genangan air. Sementara bantuan benih dari pemerintah tidak tahan air. Saya sendiri ragu apakah mau menebar atau tidak,” katanya.

Untuk mengantisipasi kondisi lahan yang seperti itu, para petani di Desa Bojong biasa menanam benih padi di lahan garapan saat sudah berusia 30-40 hari. Hal itu dilakukan agar benih yang telah disemai memiliki ukuran cukup besar dan kuat terhadap genangan air.

“Kalau di tempat lain biasanya kan tanam saat bibit berusia 26 hari. Tapi kalau di sini minimal 30-40 hari. Karena kalau tidak nanti mati. Itu pun menanamnya harus cukup dalam sehingga tidak mudah roboh. Satu lubang juga isi 3-4 batang. Dengan jarak 25 cm dan sistem jajar legowo,” katanya.

Terkait hal tersebut, para petani sendiri berharap agar pemerintah dapat memberikan bantuan benih padi dengan disesuaikan kondisi lahan pertanian di tiap daerah. Yakni dengan menampung masukan dari petani terkait jenis bantuan benih padi yang diberikan. Sehingga diharapkan benih padi yang disalurkan sesuai dengan kualitas yang dibutuhkan petani.

Lihat juga...