Penipuan Jasa Boga, Istri PM Israel Disidang

Ilustrasi Bendera Israel/Foto: Dokumentasi CDN

YERUSALEM – Istri Perdana Menteri (PM) Israel, Benjamin Netanyahu, Sara, muncul di pengadilan pada Minggu (7/10/2018) waktu setempat. Sara, muncul dalam persidangan pertama soal dugaan penipuan yang melibatkannya.

Dia diduga telah menyalahgunakan dana negara, dalam memesan makanan jasa boga. Menurut dakwaan, Sara Netanyahu, beserta seorang pegawai negeri telah menyelewengkan dana negara sebesar lebih dari 100.000 dolar AS (sekitar Rp1,5 miliar).

Dana itu digunakan untuk memesan makanan dari sejumlah restoran. Keduanya dianggap melanggar peraturan, yang melarang mereka melakukan pemesanan, jika juru masaknya dipekerjakan di rumah. Dalam sebuah kesempatan, Sara membantah dirinya melakukan kesalahan.

Pada Juni, Sara, didakwa melakukan penipuan dan ingkar janji, serta terlibat dalam pengeluaran kuitansi dengan kecurangan. Jika terbukti bersalah, Sara Netanyahu akan menghadapi hukuman penjara maksimal lima tahun.

Sara, yang terlihat tegang, tidak memberikan pernyataan kepada para wartawan yang memenuhi ruang sidang sempit. Ia duduk di bangku di samping para pengacaranya. Persidangan pertama itu sebagian besar membahas soal prosedur.

Hakim menetapkan, tim jaksa dan pengacara para terdakwa akan bertemu pada 13 November. Hakim berharap, pada saat itu, kedua pihak bisa mempersempit perbedaan atau bahkan bisa menyelesaikan kasus tersebut. Namun, penyelesaian pada tingkat ini tampaknya sulit dicapai, karena jaksa kemungkinan akan menuntut Sara mengaku bersalah, posisi yang ditepis tim pengacaranya.

Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, yang juga sedang menghadapi penyelidikan korupsi terhadapnya, menganggap tuduhan yang ditujukan terhadap istrinya itu tidak masuk akal dan tidak berdasar.

Sara Netanyahu (59), telah menghiasi laporan utama media setempat pada masa lalu, terkait sikapnya yang dianggap angkuh oleh sebagian kalangan. Pada 2017, Benjamin dan Sara Netanyahu memenangi tuntutan hukum atas seorang wartawan Israel, yang mengatakan bahwa Sara pernah mengusir suaminya keluar dari mobil ketika keduanya bertengkar.

Pada 2016, pengadilan ketenagakerjaan Yerusalem memutuskan, Sara telah menghina dan memarahi staf rumah tangga di kediaman resmi perdana menteri. Sejauh ini, masalah hukum yang mengelilingi Sara, belum merugikan posisi politik suaminya. Benjamin saat ini menjalani periode keempat kepemimpinan Israel, dan terus memimpin posisi dalam jajak pendapat, kendati ia menghadapi berbagai tuduhan. (Ant)

Lihat juga...