Pengerjaan Jembatan Nangameting di Sikka Dipercepat

Editor: Koko Triarko

MAUMERE – Pengerjaan jembatan Nangameting yang berada di ruas jalan negara trans Flores Maumere-Larantuka, tepatnya di kelurahan Nangameting, Kota Maumere, dipercepat dan akan selesai sebelum target waktu yang ditetapkan pada 21 Desember 2018.
“Memang saat itu masyarakat lapor dan petugas kejaksaan turun mengecek ke lokasi pembangunan,” ungkap A.A. Gede Esa Aristadathu Sanjaya, PPK 64 Maumere Waerunu Satker Pelaksanaan Jalan Nasional Wilayah IV provinsi NTT, Jumat (19/10/2018).
Menurut Agung, saat ada laporan itu dan ditinjau kejaksaan, memang tidak ada kegiatan di lokasi jembatan, tetapi para pekerja sedang mengerjakan besi cor di basecamp mereka.
A. A. Gede Esa Aristadathu Sanjaya, PPK 64 Maumere Waerunu Satker Pelaksanaan Jalan Nasional Wilayah IV provinsi NTT. -Foto: Ebed de Rosary
“Secara jadwal tidak mengganggu dan saat ini pengerjaan cor lantai sudah selesai, dan masih menunggu pengerjaan aspal. Dari target 21 Desember, bulan Oktober sudah selesai dan dilakukan pengaspalan setelah menunggu beton kering,” ungkapnya.
Ia mengatakan, sedang menunggu umur pengecoran beton 28 hari, baru dilakukan pengaspalan dan saat ini perusahaan yang melakukan pengaspalan juga sedang mengerjakan pengaspalan di tempat lain.
“Pengerjaan selesai sebelum waktunya, dan November 2018 jembatan sudah bisa digunakan, agar tidak terjadi kemacetan dan pengendara tidak melewati jalan alternatif. Yang lain-lain pengerjaan kecil saja, sehingga jembatan tetap bisa dilintasi,” terangnya.
Terkait jalan alternatif di pesisir pantai yang selama ini memakai tanah masyarakat, jelas Agung, setelah jembatan dipergunakan jalan tersebut ditutup kembali, sementara ruas jalan di pesisir pantai merupakan kewenangan pemerintah kabupaten.
“Dari empat jembatan lainnya di wilayah timur jalan negara trans Flores Maumere-Larantuka hingga perbatasan kabupaten Sikka, semuanya selesai bulan November 2018 ini, yakni jembatan Napungbiri Waigete, Natarleba, Hidokawat dan Hubilelet .Mudah-mudahan bisa tepat waktu semuanya dan saat ini pun sedang menunggu cor beton kering,” paparnya.
Camat Alok Timur, Frando da Lopez, pernah meminta agar jembatan darurat yang dibangun menggunakan gelagar beton di jalan alternatif pesisir pantai tidak dibongkar, agar jalan tersebut bisa menjadi jalan alternatif menuju wilayah timur.
“Kami meminta agar jembatannya jangan dibongkar, agar bisa dipergunakan sebagai jalan alternatif di pesisir pantai bagi para pengguna jalan bila ada penyambungan ruas jalan ke wilayah timur,” sebutnya.
Dikatakan Frando, pihaknya akan mengusulkan agar jembatan daruratnya tidak dibongkar, dan terkait penggunaan gelagar besi akan dibuat berita acara peminjaman sementara, bila ada pengerjaan jembatan permanen baru dibongkar.
Lihat juga...