Pemuda Malang Ini Ciptakan Alat Deteksi Kabel Putus

Editor: Koko Triarko

Alat pendeteksi titi kabel putus Dectopen -Foto: Agus Nurchaliq
MALANG – Gangguan kelistrikan, seperti putusnya kabel listrik yang kerap terjadi pada perabot rumah tangga, sering menjadi permasalahan tersendiri. Pasalnya, kerusakan biasanya terjadi di bagian dalam kabel, sehingga mau tidak mau kemasan kabel harus disobek atau dibongkar untuk mengetahui titik kabel yang putus.
Namun, bagi yang kurang sabar untuk mencari titik kabel yang putus, mereka akan langsung membuangnya dan mengganti dengan kabel yang baru.
Berangkat dari permasalahan tersebut, anak muda asal Malang, Amar Anshori, menghadirkan sebuah inovasi alat untuk mendeteksi titik putus kabel dan pendeteksi tegangan yang diberi nama Dectopen.
Amar Anshori -Foto: Agus Nurchaliq
Menurut Amar, selama ini kebanyakan masyarakat jika menjumpai masalah kabel putus, akan langsung membuangnya, karena tidak mengetahui titik putusnya kabel. Padahal, jika kita tahu titik putusnya, bisa disambung lagi.
“Tapi, dengan menggunakan ‘Dectopen’, masyarakat bisa dengan mudah mengetahui di mana titik putus kabel, untuk kemudian dapat disambung kembali,” terangnya, Selasa (30/10/2018).
Dectopen berukuran kecil dengan bentuk yang sangat sederhana, sehingga mudah dipindah dan dibawa ke mana saja. Terdiri dari antena kecil, lampu indikator, USB On The Go (OTG), dan beberapa komponen di dalamnya.
Dikatakan Amar, untuk dapat mengoperasikannya, dectopen harus terhubung dengan catu daya 5 volt DC, bisa dari port micro USB handphone atau pun power bank. 
“Kemudian, pastikan kabel listrik yang ingin dideteksi sudah terhubung dengan sumber listrik terlebih dulu,” ujarnya.
Selanjutnya, dekatkan alat pada kabel yang ingin dideteksi tegangannya atau titik kabel yang putus, sambil melihat LED indikator pada dectopen berkedip atau tidak. Untuk mendeteksi tegangan pada kabel listrik, dekatkan dectopen pada isolasi kabel atau kulit luar kabel listrik. Jika LED indikator berkedip, maka ada tegangan listrik pada kabel, jika tidak maka tidak ada tegangan listrik pada kabel.
“Sedangkan untuk mendeteksi titik kabel yang putus, kita cukup mendekatkan dectopen pada isolasi kabel atau kulit luar kabel listrik. Sambil kemudian dectopen digeser dari ujung ke ujung kabel sambil melihat LED indikator masih berkedip atau tidak. Jika LED indokator masih berkedip, maka kabel tidak putus, jika tidak berkedip, maka titik kabel yang putus ada pada saat LED indikator pada dectopen tidak berkedip,” jelasnya.
Menurutnya, selain untuk memudahkan mendeteksi tegangan listrik maupun mendeteksi titik kabel yang putus, manfaat digunakannya dectopen adalah bisa mengurangi terjadinya terjadinya tersengat listrik.
“Saat ini, Dectopen sudah mulai dijual dengan harga 35 ribu rupiah. Tapi, memang produksinya masih dalam skala kecil, jadi belum banyak jumlahnya,” katanya.
Sementara itu, disampaikan Amar, berkat inovasinya tersebut, ia berhasil meraih juara tiga di bidang teknologi informasi dan komunikasi dalam ajang Inovasi Teknologi kota Malang (Inotek).
Lihat juga...