Pempek Panggang Tanpa Ikan, Kelezatan Kuliner Tradisional Khas Sumsel
Redaktur: ME. Bijo Dirajo
LAMPUNG — Pempek atau kerap disebut empek-empek khas Palembang, Sumatera Selatan sangat mudah ditemui di sejumlah daerah, salah satunya di Lampung Selatan. Kuliner tersebut berbahan baku tepung terigu, tepung aci bersama daging ikan serta beragam bumbu. Meski demikian ada varian tanpa ikan dengan proses memasak dipanggang sehingga dikenal pempek panggang.
Susilawati (40) salah satu warga Desa Pasuruan, Kecamatan Penengahan, Lampung Selatan pembuat kue tradisional menyebutkan, varian tersebut dibuat bagi pelanggan yang tidak menyukai rasa ikan sekaligus menikmati dengan variasi berbeda.
Susilawati menyebut, pempek panggang dibuat dengan bahan berupa terigu, tepung sagu atau aci, bumbu bawang putih yang sudah dihaluskan, garam, gula, penyedap rasa, udang rebon atau ebi.
“Proses pembuatan persis sama, hanya saja tidak memerlukan daging ikan karena isian diganti dengan ebi atau udang kecil,” terang Susilawati salah satu pembuat kue tradisional saat ditemui Cendana News, Sabtu (27/10/2018)
Sedikit berbagi resep, Susilawati mengungkapkan, langkah pertama yang harus dilakukan dengan membuat adonan. Mencampurkan antara tepung terigu, bawang putih yang sudah dihaluskan, garam, gula, penyedap rasa dengan menggunakan air panas.
Adonan dibuat hingga kalis dan tercampur sempurna lalu didinginkan. Selanjutnya diberi tambahan tepung sagu atau aci.
Proses selanjutnya adonan yang sudah dingin diuleni bersama dengan tepung sagu. Setelah merata campuran antara tepung terigu dan aci, adonan dibuat bulat pipih dengan olesan sagu untuk mencegah lengket pada tangan.
Selanjutnya proses pemanggangan dilakukan menggunakan teplon anti lengket. Pada proses pembuatan pempek panggang tradisional pemanggangan bisa memakai wajan tanah diberi alas daun pisang.
“Ketebalan diperkirakan karena setelah kering akan diberi isian sambal ebi yang merupakan campuran antara cabai rawit dan kecap manis,” beber Susilawati.

Kuah cuka sebagai pelengkap dibuat menggunakan gula aren, cabai rawit. Gula yang sudah direbus bersama cabai rawit, penyedap rasa selanjutnya disaring.
Siti Laina, salah satu penyuka pempek panggang menyebut kuliner khas Sumatera Selatan tersebut kerap disajikan dengan rasa ikan dan direbus atau digoreng. Rasa khas dari pempek panggang berasal dari kulit pempek yang terasa garing dan memiliki rasa udang saat disantap bersama dengan kuah cuka.
Anji, penanggung jawab bazaar pada acara Satu Gerakan Sejuta Harapan oleh Pempas Serentak menyebut bazaar menjadi salah satu pengisi acara penggalangan donasi untuk korban gempa di Sulawesi Tengah.
Kegiatan tersebut diisi dengan penampilan sejumlah band,pedagang kuliner tradisional diantaranya empek empek, cendol, gado gado, bakso, mie ayam, suvenir. Hasil penjualan dari penjualan suvenir dan merchandise berupa kaos akan disumbangkan seluruhnya untuk donasi korban gempa Palu, Sigi dan Donggala. Khusus untuk penjual kuliner tradisional Anji menyebut donasi akan diterima seikhlasnya dari para pedagang.