Naluri Membunuh Striker MU Lemah, Mourinho Kecewa
Editor: Mahadeva WS
MANCHESTER – Memiliki Alexis Sanchez dan Romelo Lulaku, tak menjamin lini depan Manchester United bakal menakutkan. Selain keduanya, MU sesungguhnya masih memiliki amunisi Marcus Rashford dan Anthony Martial di lini depan.
Hanya produktivitas gol MU sepertinya tidak meyakinkan. Di laga terakhir di Liga Premier Inggris, yang berlangsung di Old Trafford, Minggu (28/10/2018), MU hanya menang 2-1 atas Everton. Gol-gol MU dihasilkan Paul Pogba dan Anthony Martial. Sebelumnya di ajang Liga Champions, The Red Devils malah kalah 0-1 dari Juventus. Sampai pekan ke-10 Liga Premier, MU hanya bisa mencetak 17 gol. Mereka kalah produktif dibandingkan rival satu kota, Manchester City, yang sudah mengoleksi 26 gol.
Manajer, Jose Mourinho, mengungkapkan kekecewaan terhadap pemain depan MU. Diakuinya, tim tak lagi memiliki penyerang yang memiliki naluri membunuh atau killer instinct. Bahkan saat menghadapi Everton, Mourinho memilih membangkucadangkan Lukaku dan Sanchez. Beruntung, Lukaku sempat diturunkan, meski tetap gagal mencetak gol. Sebaliknya, Sanchez sama sekali tak dimainkan.
“Kami bermain bagus tetapi sayangnya kami tak punya killer instinct seperti yang saya inginkan. Tim-tim lain mungkin punya tiga peluang dan bisa memanfaatkannya menjadi tiga gol. Sebaliknya, kami sepertinya mengalami kesulitan mencetak gol,” ujar Mourinho seperti dilansir laman resmi klub.
Hanya saja, melempemnya mesin gol MU, sedikit teratasi dengan moncernya Martial. Pemain asal Prancis ini mencetak gol kedua saat menghadapi Everton. Kini, Martial telah mengoleksi empat gol. Pencapaian yang mengesankan bagi pemain depan berusia 22 tersebut. Pasalnya, Martial sempat tidak menjadi pilihan pertama Mourinho di awal-awal pekan kompetisi. Gara-garanya, Dia ribut dengan Mourinho saat pramusim. Bahkan Mourinho berucap bakal melego Martial.
Meski tak menjual pemainnya, namun Martial harus menerima kenyataan. Dirinya hanya sekali menjadi starter pada enam pertandingan pertama MU. Disingkirkan manajer tak membuat Martial kecewa. Dia justru membuktikan bisa menjadi yang terbaik. Hasilnya selama 441 menit pertandingan, Martial sudah mengoleksi empat gol.
Kini, Mourinho dipastikan tidak lagi mencoret pemain yang dibeli dari Monaco dengan harga 36 juta poundsterling atau 702 miliar rupiah pada 2015 lalu. Ini menjadikannya sebagai pemain muda termahal yang pernah dibeli MU.
“Menurut saya, Dia (Martial) sudah makin berkembang. Dia mengatasi problem yang dihadapinya dengan baik. Terus terang, Dia butuh waktu lama untuk memahami apa yang kami harapkan pada dia. Butuh waktu lama bagi otak dan tubuhnya sampai akhirnya dia siap bermain seperti yang diinginkan,” ujar manajer asal Portugal tersebut.