Meski Kemarau, Produktivitas Beras di Boyolali Tetap Surplus
BOYOLALI — Produktivitas pangan terutama beras di Kabupaten Boyolali hingga akhir September 2018 mencapai 32.300 ton atau mengalami surplus sekitar 25 persen, kata pejabat Dinas Ketahanan Pangan (DKP) setempat.
“Meskipun produktivitas beras di Boyolali pada musim kemarau tahun ini mengalami penurunan, tetapi kondisinya tetap surplus sekitar 25 persen,” kata Kepala Bidang Ketersediaan dan Kerawanan Pangan, DKP Boyolali, Parwoto, di Boyolali, Selasa (16/10/2018).
Namun, kata Parwoto, surplusnya berkurang dibanding 2017 mencapai 50 persen, dan tahun ini hanya sekitar 25 persen karena produktivitasnya juga menurun dampak musim kemarau banyak tanaman padi yang gagal panen.
Menurut Parwoto, menurunnya produktivitas beras tersebut salah satunya tidak adanya hujan yang mengakibatkan sejumlah lumbung-lumbung padi di Boyolali gagal panen. Boyolali sedikitnya ada lima kecamatan yang mengalami puso, antara lain di wilayah Andong, Nogosari, Klego, Simo, dan Karanggede.
“Penururan produksi beras hingga saat ini mencapai sekitar 25 persen dengan lahan sawah seluas sekitar 22.830,82 hektare,” katanya.
Parwoto mengatakan pada 2017 produktivitas beras mencapai 300.383 ton, tetapi ketersediaan pangan mencapai 166.561 ton setara beras atau mengalami surplus mencapai 81.845 ton atau sekitar 50 persen.
“Boyolali rata-rata dapat surplus beras sekitar 50 persen. Namun, turunnya surplus beras ini, selain dampak musim kekeringan juga dipengaruhi beberapa faktor,” katanya.
Menurut dia, beberapa faktor yang menyebabkan turunnya produktivitas beras salah satunya alih fungsi, lahan pertanian terus berkurang misalnya untuk kawasan perumahan dan pembangunan nasional lainnya seperti jalan tol.
Kendati demikian, Boyolali juga memiliki komuditas pangan lainnya seperti jagung dan ubi kayu sebagai potensi penyangga. Komoditas jagung juga surplus 117.956 ton dari total produksi sebanyak 162.361 ton, dan ubi kayu surplus 19.011 ton dari total produksi 70.239 ton.
Konsumsi jagung dan ubi kayu untuk rumah tangga, kata dia, biasanya dilakukan masyarakat di wilayah pedesaan Boyolali masih menjadikan sebagai menu pangan pokok selain beras. [Ant]