Kotim Perlu Tingkatkan Infrastruktur di Obyek Wisata

SAMPIT  – Penggiat wisata Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, Abdul Hafid meminta pemerintah kabupaten terus meningkatkan infrastruktur pendukung di objek wisata.

“Infrastruktur pendukung sangat dibutuhkan dan penting dalam pengembangan objek wisata, sebab tanpa didukung dengan infrastruktur yang memadai tentunya akan sulit wisata untuk berkembang,” katanya di Sampit, Senin.

Menurut Hafid, salah satu infrastruktur pendukung di objek wisata yang wajib dan harus dipenuhi oleh pemerintah daerah adalah akses jalan menuju ke objek wisata harus memadai.

“Selain jalan yang dibutuhkan wisatawan di lokasi wisata adalah kemudahan akses telekomunikasi atau internet,” terangnya.

Hafid mengatakan, seiring dengan perkembangan jaman kemudahan mengakses internet menjadi sebuah kebutuhan utama bagi wisatawan.

“Begitu sampai dan berada di objek wisata sepeti pantai dan sebagainya, biasanya wisatawan langsung berfoto-foto kemudian hasil foto tersebut di muat di akun media sosial agar dapat dilihat banyak orang,” ucapnya.

Hafid juga berharap selain infrastruktur harus mendukung, pemerintah daerah juga harus gencar mempromosikan objek wisata yang ada di daerah itu, baik itu melalui media masa maupun media sosial.

“Kami sebagai penggiat wisata sangat mendukung dan mengapresiasi upaya pemerintah daerah dalam mengembangkan dam membesarkan wisata daerah. Kami juga berharap adanya dukungan seluruh masyarakat,” ungkapnya.

Hafid menilai selama ini pemerintah daerah masih kurang mempromosikan objek wisata yang ada di daerah itu. Sehinga beberapa objek wisata yang seharus dapat menarik wisatawan tidak diketahui banyak orang.

“Kami berharap dengan maksimalnya promosi ke depannya objek wisata di Kotawaringin Timur bisa diketahui banyak orang, sehingga tidak hanya pantai ujung pandaran saja yang diketahui wisatawan nantinya,” tuturnya.

Sementara itu, Kelapa Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Kotawaringin Timur, Multazam mengakui masih belum semua wilayah di daerah itu dapat diakses telekomunikasi, terutama wilayah pelosok.

“Data yang kami miliki ada sebanyak 13 desa tang tersebar di 17 kecamatan yang belum memiliki akses telekomunikasi atau blankspot. Ke-13 desa tiu masing-masing, Desa Lunuk Bagantung, Tumbang Hejan, Tumbang Tawan, Terantang Hilir, Rumbang, Ramei, Rantau Suang, Tumbang Torong, Buntut Nusa, Rantau Sawang, Cempaga Mulia Timur, Tumbang Payang, Batuah, dan Desa Tumbang Saluang,” jelasnya.

Lebih lanjut Multazam mengatakan, daerah wisata memang menjadi prioritas Diskominfo Kotawaringin Timur, seiring dengan pesatnya kemajuan di sektor wisata. Diharapkan para operator seluler ke depannya dapat meningkatkan kualitas layanan.

“Berdasarkan kebijakan pemerintah pusat dalam waktu dekat ini fokus melengkapi daerah tertinggal, terdepan dan terluar (3T), dengan tanpa mengabaikan wilayah lainnya,” demikian Multazam. (Ant)

Lihat juga...