Kemarau, Asa Warga Kawasan Register Tertumpu pada Sawit dan Pisang
Redaktur: ME. Bijo Dirajo
LAMPUNG — Keberadaan kawasan Register I Way Pisang di kecamatan Palas, Penengahan, Ketapang dan Sragi, Lampung Selatan masih menjadi tumpuan bagi masyarakat. Kala kemarau melanda sejumlah warga di dekat kawasan tersebut tetap masih bisa memanen hasil pertanian yang bisa bertahan cuaca panas.
Meski sebagian besar petani tidak dapat bercocok tanam, namun masih dapat mengandalkan hasil kebun pisang, kelapa sawit dan kelapa dalam.
Ngatirin (40) salah satu petani sekaligus pengepul hasil pertanian di Desa Margajasa menyebutkan, hampir satu semester warga belum dapat menanam jagung dan padi serta tanaman hortikultura lainnya. Imbasnya, mereka memilih bekerja sebagai buruh bangunan dan sebagian menjadi tukang ojek pengantar warga. Namun, pemilik lahan kelapa sawit, pisang dan kelapa dalam masih dapat memperoleh hasil dari komoditas tersebut.
Ketika kemarau Ngatirin menyebut produksi buah pisang mengalami penurunan. Namun, harganya stabil sama seperti saat musim hujan.
“Harga stabil tersebut sekaligus menjadi harapan bagi petani yang tidak bisa menanam komoditas pertanian lain akibat kemarau,” terang Ngatirin salah satu petani sekaligus pengepul hasil pertanian di Kecamatan Sragi saat ditemui Cendana News, Rabu (17/10/2018).
Selain pisang, komoditas pertanian milik warga di kawasan Register 1 Way Pisang yang masih bisa menjadi sumber penghasilan yakni sawit dan kelapa. Harga tandan buah segar (TBS) sawit pada musim kemarau masih bertengger di Rp1.200 per kilogram .

“Harapan kami tentunya pada pisang dan kelapa karena semua jenis komoditas pertanian lain tidak bisa ditanam dampak kemarau,” terang Toyifun.
Perubahan iklim yang berdampak pada lingkungan kawasan register 1 Way Pisang disebut Toyifun secara langsung telah berdampak secara ekonomi. Sejumlah petani pemilik ribuan hektare lahan pertanian ladang jagung, padi sawah dan komoditas hortikultura tidak melakukan kegiatan bercocok tanam.
Meski demikian sejumlah komoditas pertanian jenis kelapa, pisang dan sawit menjadi asa menjanjikan kala kemarau sehingga masih bisa menjadi penyokong ekonomi warga di sekitar kawasan register.