Kabupaten Bima NTB Tertinggi Hari Tanpa Hujan
Redaktur: ME. Bijo Dirajo
MATARAM — Hasil monitoring Hari Tanpa Hujan (HTH) di Provinsi Nusa Tenggara Barat, Bima merupakan kabupaten dengan HTH paling lama, dibandingkan daerah lain, yaitu mencapai 193 hari.
“Kalau melihat hasil monitoring, Kabupaten Bima menjadi kabupaten terlama HTH, selama 30 hari berturut-turut,” kata Kepala Stasiun Klimatologi, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Kelas l Lombok Barat, Wakodim, Rabu (17/10/2018).
Wilayah Kabupaten Bima dengan HTH 193 hari antara lain Sape, disusul daerah Mandapangga dengan HTH 191 hari, kemudian daerah Batu Nyala, Kabupaten Lombok Tengah.
Dikatakan, secara umum HTH di NTB berada pada kategori menengah, antara 11-20 hari, hingga Kategori kekeringan ekstrim lebih dari 60 hari. Meskipun demikian, terdapat daerah dengan HTH Kategori Sangat Pendek antara 1 – 5 hari, antara lain, daerah Cakranegara, Ampenan, Majeluk, Selaparang Kota Mataram.
Selanjutnya Kabupaten Lombok Barat, meliputi wilayah Batu Layar, Gunung Sari, Kediri, Rumak, Labuapi, Sigerongan dan Narmada. Kabupaten Lombok Tengah, meliputi wilayah Pringgarata. Untuk Kabupaten Sumbawa Barat meliputi Maluk, Seteluk, Taliwang.
“Curah hujan pada dasarian 1 Oktober 2018 di wilayah Provinsi NTB pada umumnya kategori rendah, terdapat curah hujan kategori menengah di Labuapi dan Kediri Kabupaten Lombok Barat yaitu 54 dan 55 mm/dasarian,” katanya.
Wakodim menambahkan, prakiraan probabilistik dan deterministik curah hujan dasarian ll bulan Oktober 2018, dimana peluang terjadinya curah hujan pada dasarian 2 Oktober 2018 sangat rendah <20%, sehingga bulan Oktober, wilayah NTB masih berada dalam periode musim kemarau.
Sebelumnya, Guna mengantisipasi kekeringan dan krisis air bersih di sejumlah wilayah langganan kekeringan di Provinsi Nusa Tenggara Barat selama musim kemarau berlangsung, Dinas Sosial (Disos) perkuat koordinasi dan menjalin kerjasama dengan Badan Penanggulanganan Bencana Daerah (BPBD) NTB.
Kepala Dinsos NTB, Ahsanul Khalik menyebutkan, untuk sekarang hingga Desember, ada beberapa daerah NTB yang memang biasa menjadi langganan kekeringan, antara lain, kawasan selatan Pulau Lombok seperti Kecamatan Jerowaru, termasuk Lombok Tengah dan Lombok Barat.
Kekeringan juga biasa terjadi di Pulau Sumbawa seperti Kabupaten Sumbawa Barat, Kabupaten Dompu dan Kabupaten Bima. Kawasan Lombok Utara juga terdampak kekeringan akibat gempa.
Khalik mengklaim pihaknya sudah melakukan langkah antisipasi, khususnya di luar lokasi bencana gempa. Untuk proses pendistribusian sendiri, Dinsos NTB telah mengatur jadwal pendistribusian air bersih dengan kekuatan tangki air yang dimiliki.
Dinsos sendiri memiliki lima unit mobil tangki untuk proses pendistribusian air bersih ke seluruh kabupaten kota NTB terdampak kekeringan, termasuk wilayah terdampak bencana gempa.