Karendang, Tanaman Bahan Pewarna dan Berkhasiat

Editor: Koko Triarko

BOGOR – Dari beberapa tanaman yang bisa digunakan sebagai pewarna yang dibudidayakan di Taman Buah Mekarsari, salah satunya adalah Karendang. Warna yang dihasilkan adalah merah tua, yang berasal dari buah yang sudah tua dan berwarna merah gelap.
Staf Agro Taman Buah Mekarsari, Sodikin, mengatakan, ekstrak buah Karendang ini biasa digunakan untuk pewarnaan tekstil. Tapi di daerah Jakarta sendiri, sudah jarang yang menggunakannya. Bahkan, keberadaan tanaman ini bisa disebut sudah jarang ditemukan di daerah Jakarta.
“Buah Karendang jika masih muda berwarna merah muda, dan saat matang akan berwarna merah gelap. Jika dimakan, rasanya sangat berair dengan rasa manis yang segar. Bunganya kecil dan berwarna putih,” kata Sodikin, kepada Cendana News, Selasa (23/10/2018).
Sodikin menyebutkan, di beberapa daerah memang ada yang melakukan pengolahan Karendang untuk dijadikan makanan. Tapi, memang belum dilakukan secara masif.
Tanaman Karendang memiliki batang berkayu dan memiliki duri di batangnya yang langsing dan panjang. Tinggi tanaman ini berkisar antara 1-1,5 meter, dengan daun  berbentuk oval, dengan warna hijau tua mengkilap di bagian atas daun dan hijau muda di bagian bawah daun.
“Sebenarnya tanaman ini indah, tapi karena ada durinya banyak orang yang  tidak suka. Untuk kembangbiaknya, tanaman Karendang ini sedikit rewel. Di Mekarsari, dikembangbiakkan menggunakan vegetatif, yaitu cangkok. Bisa juga menggunakan benih, tapi prosesnya memang lama,” ucap Sodikin.
Tanaman Karendang dikatakan berasal dari India dengan habitat alaminya di kawasan Himalaya, pada ketinggian 1.800 meter di atas permukaan laut. Saat ini, Karendang dapat ditemukan di hampir seluruh wilayah Asia yang tropis dan bersuhu tinggi.
Di Mekarsari, tanaman ini  dibudidayakan sebagai tanaman hias dan dijual dalam pot. Sejak ada di Mekarsari pada 1995, Karendang ditanam di area kebun blok C.
Beberapa penelitian menyatakan, Karendang atau yang dikenal dengan nama latin Carissa carandas ini mengandung metanol dan etil asetat, yang secara signifikan mampu menurunkan kadar glukosa darah sebesar 48 persen.
Selain itu, dinyatakan juga, bahwa buahnya memiliki khasiat untuk mengobati sariawan dan demam. Sementara akarnya dapat digunakan sebagai obat cacing dan obat rematik.
Lihat juga...