JAKARTA – Dunia perfilman yang dinamis selalu melahirkan talenta-talenta baru. Seperti Anindi Zharfa, pendatang baru yang begitu dapat tawaran main film, casting dan langsung main film perdananya berjudul ‘Zharfa’. Sebuah film produksi kerja sama antara Indonesia dan Malaysia.
Akting Anindi dalam TV Mini-Series berjudul ‘Magic Family’, begitu gemilang menjadi pengalaman berharga dalam dunia seni peran. Ia sangat senang, karena ratingnya tinggi, sehingga produksi TV Mini-Series akan diperpanjang.
“Saya dapat main dalam film Zharfa produksi kerja sama Indonesia dan Malaysia ini, karena dapat tawaran dan kemudian saya coba ikut casting. Karena perannya cocok, jadi saya main film ini, “ kata Anindi Sharfa, di Bioskop CGV, Grand Indonesia, Jakarta, Selasa (23/10/2018).
Perempuan kelahiran Jakarta, 27 Maret 2000, itu membeberkan karakter yang diperankannya sebagai seorang santri.
“Karakternya orang yang banyak bicara, nyinyir terus, tapi baik hati,“ beber mahasiswi London School of Public Relations.
Untuk memerankannya, karena Anindi belum pernah menjadi santri, ia pun harus mendalami dulu karakternya. “Mulai dari tingkah lakunya, cara berpakaiannya, cara berbicaranya, karena berbeda dengan keseharian saya, jadi memang saya harus mendalami karakter dulu,“ terangnya.
Anindi menyebut, syuting film ini di Malaysia dan di Indonesia. “Saya kebetulan bagiannya yang syuting di Indonesia sekitar satu bulan lamanya,“ katanya.
Film ini, kata Anindi, berkisah tentang seorang perempuan dari Malaysia yang karena bandel dan nakal, sehingga ibunya membawanya ke sebuah pesantren di Indonesia. Di pesantren, ia mendapat didikan yang sangat ketat agar ia menjadi anak baik.
Dalam film ini, Anindi beradu akting dengan Berlando Deton, Donny Alamsyah, Betari Ayu, Shelomitha dan Wawan Ruswandi. “Saya kira semua main total dan penuh perhayatan. Para pemainnya saling mendukung, sehingga saya sangat senang main film ini,“ katanya.
Obsesi Anindi ingin mendapat peran yang menantang sebagai seorang psikopat, karena peran psikopat itu banyak tantangannya, sehingga ia bisa lebih banyak belajar akting.
“Jadi, tidak menoton dengan peran-peran yang selalu itu-itu saja, yang memang saya harapkan kemampuan akting saya akan semakin berkenbang,“ harapnya.
Anindi melihat, perkembangan film Indonesia sekarang sudah semakin maju berkembang. “Semoga ke depan, film Indonesia menjadi semakin lebih baik, ceritanya ada pesan yang disampaikan, ada pesan moralnya, pemainnya banyak pendatang baru seiring perkembangan dunia perfilman yang dinamis, sehingga film Indonesia selalu segar dengan wajah-wajah baru,“ tandasnya.