Ekspor Komoditi Asal Gorontalo Terkendala Kemampuan Pasokan

GORONTALO  – Ketua Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin), Kota Gorontalo, Achmad Monoarfa, mengatakan, upaya peningkatan ekspor di daerah itu hingga saat ini masih terkendala kemampuan pasokan, terkait kuantitas.

Bila permintaan ekspor dalam jumlah banyak, lanjutnya, biasanya pengusaha di Gorontalo tidak bisa memenuhinya karena biaya pengiriman yang mahal.

“Kemarin kami baru melayani permintaan ikan tuna ke luar negeri. Untuk satu kontainer saja biaya pengirimannya mencapai 1,5 miliar, sementara pengimpor tahunya akan bayar di tempat,” ujarnya di Gorontalo, Senin.

Untuk itu, pihaknya melakukan lobi agar permintaan diturunkan menjadi 100-200 kilogram sehingga pengiriman tidak perlu menggunakan kontainer dan kapal.

“Jika tidak menggunakan kapal, maka harus pakai pesawat. Mahal juga biayanya, tapi kami meminta pihak Sriwijaya Air untuk memberi harga khusus,” ungkapnya.

Menurutnya, KADIN terus melakukan penyederhanaan proses pengiriman dalam ekspor, agar Gorontalo tidak ketinggalan dengan daerah lain yang banyak melakukan ekspor berbagai komoditas.

Masalah lainnya dalam ekspor juga diungkapkan Kepala Bidang Sosial Budaya Bappeda Gorontalo, Abdul Wahab Otaya, yang mengungkapkan Gorontalo sempat memperoleh permintaan keripik pisang dan minyak bekas dari pengusaha luar negeri.

“Pernah ada permintaan keripik pisang dan minyak bekas dari Gorontalo dalam jumlah ton, ini belum bisa dipenuhi karena produksi di daerah ini belum sebanyak itu,” ujarnya.

Dia menambahkan, saat ini Gorontalo berupaya membenahi dan mempersiapkan komoditas untuk dieskpor, termasuk dalam hal kuantitas.

Sebelumnya, Kepala Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Gorontalo Dede Hendra Jaya, mengatakan, Provinsi Gorontalo baru saja mengekspor kayu olahan oleh PT Mitra Citra Permata ke Taiwan.

Komoditas tersebut diangkut dengan kontainer ekspor, melalui Pelabuhan Anggrek di Kabupaten Gorontalo Utara.

Ekspor langsung kayu olahan merupakan terobosan awal dari Tim Optimalisasi Ekspor yang merupakan gabungan beberapa instansi yaitu Bea Cukai Gorontalo, Dinas Koperasi, UMKM, Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Gorontalo, Pelindo IV Gorontalo, Garuda Indonesia, dan Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Gorontalo. (Ant)

Lihat juga...