Dana Kesehatan KPS Biak Meningkat Menjadi Rp10,5 M
Dibagian lain, Manajemen RSUD Kabupaten Biak Numfor, Papua, menambah empat mesin pencuci darah (Haemodialisa), untuk meningkatkan pelayanan. Terutama untuk warga dari berbagai kabupaten di wilayah Teluk Saereri. “Tujuan penambahan mesin haemodialisa adalah, meningkatkan pelayanan untuk pasien yang membutuhkan cuci darah. Pasien yang berobat cuci darah ada yang menggunakan kartu jaminan kesehatan Nasional BPJS dan kartu Papua Sehat,” tambah dr Ricardo Mayor.
RSUD Biak merupakan rumah sakit milik Pemkab Biak Numfor, yang menyediakan pelayanan gawat darurat 24 jam, pelayanan dokter spesialis rawat jalan, pelayanan kamar operasi dan bersalin, medical check-up, laboratorium dan radiologi.
Layanan cuci darah, merupakan suatu prosedur menyaring darah dengan bantuan mesin yang disebut dialisis. Tanpa dialisis, maka produk-produk sisa dan garam dari dalam tubuh, akan menumpuk di dalam darah dan mengendap menjadi racun. “Untuk mengalirkan darah anda ke mesin, maka dokter akan membuat sebuah akses dari pembuluh darah anda melalui operasi,” ujarnya.
Akses pembuluh darah akan mengalirkan darah yang cukup banyak dari tubuh sehingga darah yang tersaring akan cukup banyak dan dengan mudah keluar dari tubuh. Akses pembuluh darah dari pasien bersangkutan, dapat bersifat jangka panjang maupun jangka pendek, bergantung dari kondisi medis pasien.
Prosedur layanan cuci darah, biasanya dilakukan di rumah sakit dan berlangsung selama tiga hingga lima jam. “Sebelum pasien melakukan cuci darah, berat badan pasien akan ditimbang, demikian pula setelahnya, hal ini bertujuan untuk mengukur seberapa besar kelebihan cairan yang dapat diambil dari darah,” jelasnya.