CIPS: Dua Capres Harus Fokus Program Ketahanan Pangan

Pencoblosan, ilustrasi -Dok: CDN
JAKARTA – Kepala Penelitian Center for Indonesian Policy Studies (CIPS), Hizkia Respatiadi, mengatakan, dua calon presiden harus dapat fokus dalam program terkait ketahanan pangan yang sekarang juga menjadi sorotan di tingkat global.
“Salah satu hal yang layak untuk diprioritaskan dalam program para calon presiden adalah mengenai ketahanan pangan, yakni  keadaan pangan tersedia mencukupi untuk memenuhi kebutuhan setiap orang,” kata Hizkia Respatiadi, di Jakarta, Senin (15/10/2018).
Hizkia menyambut peringatan Hari Pangan Sedunia yang dirayakan setiap tanggal 16 Oktober, menyatakan ketahanan pangan sangat berkaitan erat dengan ketersediaan pangan, stabilitas pangan, dan juga aksesibilitas atau keterjangkauan oleh masyarakat.
Ketiga hal inilah, lanjutnya, harus fokus dibenahi para capres dan cawapres dalam program mereka terkait pangan.
Selain itu, untuk mencapai ketahanan pangan, pemerintah sebaiknya tidak lagi menjadikan swasembada pangan sebagai tujuan utama pembangunan sektor pertanian Indonesia.
“Para capres dan cawapres sebaiknya fokus pada ketersediaan komoditas pangan yang berkualitas baik, dan bisa dijangkau oleh segala lapisan masyarakat. Selama komoditas pangan yang dibutuhkan masyarakat tersedia dalam jumlah yang memadai, maka harganya akan stabil. Hal ini juga akan memengaruhi angka inflasi yang selama ini sering disumbangkan oleh tinggi harga kebutuhan pangan,” ujar Hizkia.
Penyediaan pangan, lanjutnya, kini tidak hanya soal memenuhi kebutuhan masyarakat saja, namun juga termasuk bagaimana menyediakan pangan yang bergizi untuk masyarakat.
Hizkia juga menyoroti mengenai rantai pasokan makanan yang saat ini dinilai masih menjadi masalah di masyarakat.
Food supply chain (rantai pasokan makanan) yang ada belum sustainable (berkelanjutan), sehingga seringkali menimbulkan kekisruhan seperti kenaikan harga komoditas pangan, karena komoditas tersebut tiba-tiba menghilang dari pasaran dan sulit didapat. Gejolak yang timbul akibat fluktuasi harga pangan bisa mempengaruhi kestabilan ekonomi,” pungkasnya. (Ant)
Lihat juga...