BMKG Imbau Sumsel Waspada Angin Langkisau

Ilustrasi citra pergerakan angin di udara - Dok CDN

PALEMBANG – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengimbau, masyarakat di Sumatera Selatan (Sumsel), pada masa peralihan musim dari kemarau ke hujan sekarang ini, mewaspadai kemungkinan terjadinya bencana angin langkisau atau yang biasa dikenal puting beliung.

“Angin langkisau, yang beberapa hari terakhir melanda sejumlah daerah di dalam provinsi setempat, diperkirakan masih akan terus terjadi, dengan kewaspadaan yang tinggi, ketika terjadi angin kencang disertai turunnya hujan bisa meminimalkan kerugian masyarakat,” kata Kepala Seksi Data dan Informasi BMKG Stasiun Klimatologi Kelas I Kenten, Palembang, Nandang Pangaribowo, Rabu (24/10/2018).

Dia menjelaskan, menghadapi pancaroba, selain perlu mewaspadai angin langkisau, masyarakat di 17 kabupaten dan kota yang ada di Sumsel, juga perlu meningkatkan kewaspadaan dari ancaman banjir dan tanah longsor. Untuk mencegah terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan, saat terjadinya hujan disertai angin langkisau, diperlukan kewaspadaan yang tinggi. “Masyarakat diminta menghindari benda-benda atau pohon, yang diperkirakan mudah roboh,” katanya.

Kondisi cuaca ekstrem, diprediksi akan terus terjadi khususnya di sebagian wilayah Sumsel bagian barat, seperti Kota Palembang, Pagaralam, Lubuklinggau, Muratara, Lahat, Musi Banyuasin, Banyuasin, OKU Selatan dan sebagian wilayah Ogan Komering Ilir. Potensi cuaca ekstrem di beberapa daerah yang memiliki topografi berbeda itu, bisa menimbulkan dan menciptakan terjadinya berbagai ancaman bencana.

Awan di langit yang awalnya normal, akibat terjadinya perbedaan tekanan udara yang cukup tinggi, secara tiba-tiba bisa berubah menjadi awan gelap dan rendah. Hal itu akan menciptakan angin kencang dan gumpalan awan cumulonimbus disertai petir. Tumpukan awan badai atau awan cumulonimbus, berperan besar dalam pembentukan cuaca ekstrem di darat dan di laut. “Keberadaanya, bisa menimbulkan hujan badai, gelombang tinggi, dan angin langkisau,” pungkas Nandang. (Ant)

Lihat juga...