LARANTUKA – Para petani pemilik lahan persawahan di Desa Konga, Kecamatan Titehena, Flores Timur, masih banyak yang belum mau menanam padi, karena pola tanam petani di areal persawahan belum serentak, sehingga serangan hama sulit diatasi.
“Lahan sawah saya ubah menjadi tanaman kakao sejak 2005, karena hasil panen padi tidak menentu dan selalu saja kesulitan air untuk mengairi sawah. Selain itu, butuh tenaga dan biaya besar mengolah sawah,” sebut Anselmus Langkamau, Senin (24/9/2018).
Selain diserang hama wereng dan walang sangit, saat musim kemarau sawahnya tidak bisa diolah akibat peresapan airnya sangat tinggi, sehingga membutuhkan banyak air, karena lahan sawahnya merupakan tanah berpasir.
