Penimbangan Kendaraan Kulwaru Butuh Sarana Pendukung

Ilustrasi - Dok CDN

KULON PROGO – Unit Pelaksana Penimbangan Kendaraan Bermotor Kulwaru Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, mengharapkan penambahan dan peningkatan sarana pendukung untuk menghadapi peningkatan jumlah kendaraan barang yang akan diawasi setelah New Yogyakarta International Airport.

Kepala Satuan Pelayanan UPPKB Kulwaru, Sigit Saryanto di Kulon Progo, Minggu, mengatakan sejumlah pengembangan yang diperlukan antara lain penambahan personel, sarana prasarana rambu, lampu penerangan dan tanda khusus.

“Penambahan sarana dan prasarana ini akan mampu mengoptimalkan pelayanan. Untuk itu, kami akan meminta kepada balai,” kata dia.

Sigit mengatakan, kendala yang diharapi UPPKB Kulwaru yakni kekurangan jumlah personel. Saat ini jumlah personel di UPPKB ada sebanyak 34 orang Aparatur Sipil Negara (ASN), enam orang non-ASN, 15 Penyidik Pegawai Negeri Sipil.

Menurut dia, dari jumlah tersebut, UPPKB masih membutuhkan personel berjenis kelamin perempuan. Kendati demikian, UPPKB berupaya untuk menjalankan tugas seoptimal mungkin dan tidak menjadikan kekurangan personel sebagai alasan untuk tidak menjalankan kinerja dengan baik.

“Saat ini, UPPKB Kulwaru berada di bawah Kementerian Perhubungan langsung, semua berubah, termasuk mental dan kinerja kami. Semoga semakin baik ke depannya,” katanya.

Ia mengatakan, setiap hari sebanyak 400-500 lalu lintas harian rata-rata (LHR), UPPKB menemukan puluhan pelanggaran. Terdapat 25-30 penilangan dalam sehari, karena pelanggaran kelebihan muatan dan kelebihan dimensi.

“Dari jumlah tersebut mayoritas pelanggaran kelebihan muatan, sedangkan kelebihan dimensi sebanyak satu sampai tiga pelanggaran,” katanya.

Sigit mengatakan, selama tiga tahun terakhir terjadi peningkatan jumlah kendaraan yang lewat dan ditimbang di UPPKB. Namun jumlahnya masih wajar, dibanding dua tahun lalu penambahan hanya berkisar kurang dari 10 pesen.

“Kami memperkirakan titik bangkit baru terlihat setelah NYIA beroperasi dan keramaian menuju ke arah NYIA,” kata Sigit.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Kulon Progo, Gusdi Hartono mengatakan, seiring pembangunan megaproyek di Kulon Progo, pemkab hingga pemerintah pusat meningkatkan kualitas dan daya dukung jalan di wilayah ini.

Menurut dia, keberadaan UPPKB Kulwaru memiliki peranan penting supaya muatan armada tidak melebihi tonase yang ditetapkan, harapannya jalan tidak cepat rusak.

“Kami berharap UPPKB Kulwaru mengawasi secara ketat volume dan tonase kendaraan supaya tidak cepat merusak jalan,” katanya. (Ant)

Lihat juga...