Gatot Nurmantyo Trah Mangkunegara III

Editor: Koko Triarko

SOLO – Mantan Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo, mengaku kaget dengan diberikannya gelar kebangsaan oleh Pura Mangkunegaran, saat Tingalan Wiyosan Jumenengan Sampeyan Dalem Ingkang Jumeneng Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Aryo (KGPAA) Mangkunegara IX yang ke-31.
Menurut Gatot, selama ini dirinya tidak mengetahui jika termasuk salah satu tokoh yang masuk dalam kriteria yang mendapat gelar kehormatan dari Mangkunegaran. Bahkan, yang lebih mengagetkan mantan Panglima TNI itu disebut masih keturunan dari Raja Mangkunegaran III.
“Saya jelaskan latar belakang kenapa saya sampai mendapat gelar. Pada dasarnya saya sendiri tidak tahu. Rupanya dari pihak Mangkunegaran mencari silsilah saya, dan jika ditarik ke atas ternyata dari Mangkunegara III,” ucap Gatot, kepada awak, media usai Jumenengan, Rabu (19/9/2018) tengah malam.
Mantan Panglima TNI, Jenderal Gatot Nurmantyo, usai mendapatkan gelar kehormatan di Pura Mangkunegaran -Foto: Harun Alrosid
Masih adanya aliran darah dari Mangkunegara III, telah diketahui Mangkunegaran sejak beberapa waktu. Bahkan, jejak silsilah itu didapatkan sebelum Gatot purnatugas dari Panglima TNI.
Pemberian gelar kehormatan ini, menurut Gatot, memang sengaja memilih dirinya sampai purnatugas. “Jadi, kenapa tidak diberikan saat masih menjadi Kasad atau Panglima, karena menunggu saya pensiun,” urai jenderal yang  sempat masuk bursa Calon Presiden 2019.
Gatot  juga mengungkapkan alasan dirinya menerima gelar Kanjeng Pangeran Haryo (KPH) yang disematkan kepada dirinya. Gelar itu diberikan sebagai simbol persatuan, yang diharapkan mampu menyatukan antara Kraton Kasunanan Surakarta dengan Pura Mangkunegaran.
“Kita sama-sama ketahui, sejarah Raden Mas Said  atau Mangkunegaran I itu oleh Paku Buwono (PB) II dianggap sebagai pemberontak. Itu adalah kiat dari kolonialisme. Kemudian PB III paham soal itu, maka merangkul Raden Mas Said. Dari itu lahirlah perjanjian Salatiga,” ungkap dia.
Diberikan gelar kehormatan, imbuh Gatot, diharapkan mampu menyatukan antara dua kraton, yakni Mangkunegaran dan Kraton Kasunanan Surakarta, maupun di internal Kraton  Solo.
“Nah, saya diberikan gelar itu mudah-mudahan bisa menyatukan tulang belulang yang terpisah. Mudah-mudahan, ini bisa menyatukan semuanya,” tandas Gatot.
Sementara itu, salah satu panitia Tingalan Dalem KGPPA IX ke 31, Mas Ngabehi Joko Pramodyo, menambahkan, pemberian gelar ini sebagai wujud rasa syukur dan kebahagiaan KGPAA IX. Karena itu, selain sejumlah tokoh yang dinilai memiliki integritas tinggi terhadap Mangkunegaran, juga diberikan kepada sejumlah abdi dalem maupun sentono dalam.
“Dalam tingalan dalem ini, KGPAA memberikan 43 penghargaan atau gelar.  Selain tokoh, gelar juga diberikan kepada para sentono dalem, loro projo dan abdi dalem,” ucapnya.
Beberapa tokoh yang diberikan gelar kehormatan ini, di antaranya, H Hutomo Mandala Putra (Tommy Soeharto), Mantan Panglima TNI, Gatot Nurmantyo,  Enny Trimurti Gatot Nurmantyo serta Sigit Haryo Wibisono. Semuanya diberikan gelar yang sama, yakni Kanjeng Pangeran Haryo (KPH).
“Pemberian gelar ini karena mereka dianggap telah mempunyai perhatian, integritas dan loyal terhadap Sri Paduka maupun Mangkunegaran,” pungkasnya.
Lihat juga...