Dana Desa di Bantul, Dorong Pengembangan PAUD
BANTUL – Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga, Pemerintah Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta mendorong pemerintah desa di daerah itu mengalokasikan sebagian dana desanya untuk pengembangan Pendidikan Anak Usia Dini.
“PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini) harus diberi alokasi dana desa, tidak peduli itu PAUD swadaya atau bukan, terutama yang kondisinya di bawah standar,” kata Kepala Bidang Pendidikan Nonformal dan PAUD Disdikpora Bantul, Titik Wulandari di Bantul, Kamis.
Dia menjelaskan hal itu berdasarkan Peraturan Bupati Bantul Nomor 67 Tahun 2017 yang di antaranya mengamanahkan bahwa setiap desa wajib mengalokasikan dana desa untuk peningkatan kualitas PAUD agar memenuhi standar minimal pendidikan nonformal itu.
Dia mengatakan, kondisi PAUD di Bantul bervariasi, baik yang merupakan swadaya Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Desa maupun dibiayai oleh suatu yayasan, tetapi biasanya PAUD swadaya memiliki perkembangan mutu lebih lambat daripada PAUD yayasan.
“Sudah ada beberapa desa yang telah mengalokasikan dana desa untuk peningkatan mutu tenaga pendidik PAUD, salah satunya Desa Wukirsari, Imogiri. Saya harap desa-desa lain dapat mengikuti,” katanya.
Dia mengatakan, adanya Sistem Keuangan Desa yang dipantau langsung dari kantor bupati seharusnya membuat kepala desa tidak ragu mengalokasikan dana desa sesuai perbub, termasuk untuk peningkatan mutu PAUD.
Kepala Disdikpora Bantul, Didik Warsito mengatakan, dalam Perbup Bantul Nomor 67 Tahun 2017 yang di dalamnya mengatur alokasi dana desa ke PAUD telah diperkuat dengan Perda Nomor 6 Tahun 2018 yang juga telah disosialisasikan kepada para kepala desa.
“Perda tersebut merupakan perubahan dari Perda 13 Tahun 2012. Dalam perda itu ada bab yang menjelaskan bahwa APBDes harus mendukung PAUD, memang belum ada jumlah dananya, tapi peluang dana itu kita atur,” katanya.
Pihaknya juga mengakui, masih adanya kepala desa yang ragu untuk mengalokasikan sebagian dana desa kepada PAUD di lingkungan desanya, dan hal itu berdampak terhadap rendahnya kualitas tenaga pendidik PAUD.
“Makanya saya juga terus sosialisasi kepada guru dan pimpinan PAUD, kita ajak mereka tunjukkan potensi mereka ke lurah, supaya lurah yakin dan mau alokasikan dana desa ke PAUD,” katanya. (Ant)