Yayasan Damandiri-Pemprov Dukung Pembinaan Posdaya di Sumbar

Redaktur: ME. Bijo Dirajo

PADANG — Pemerintah Provinsi Sumatera Barat bersama Yayasan Damandiri saling bahu-membahu membangun pertumbuhan peran Pos Pemerdayaan Keluarga (Posdaya) di daerah tersebut. Berbicara soal pendanaan, Pemprov tiap tahunnya menyokong sebesar Rp1,2 miliar untuk pembinaan.

Ketua Harian Lembaga Koordinasi Kesejahteraan Sosial (LKKS) Sumatera Barat, Parlagutan Nasution mengatakan, semenjak berdiri, dan dalam pantuan yang dilakukan sejauh ini, pertumbuhan Posdaya terbilang cukup bagus.

“Setiap tahunnya Pemprov Sumatera Barat membantu pembinaan sebesar Rp1,2 miliar. Dari dana itu, LKKS turun ke lapangan memberikan pembinaan secara merata kepada seluruh Posdaya di Sumatera Barat. Sementara untuk Yayasan Damandiri sendiri, juga turut peduli, salah satu perannya membantu jamban yang peduli dengan kesehatan masyarakat kurang mampu,” katanya, Selasa (21/8/2018).

Menurutnya, Posdaya yang dikelola orang masyarakat dan mengabdi untuk masyarakat tidak bisa dilepas. Tapi butuh dibina, sehingga hal yang diharapkan untuk mengentaskan kemiskinan bisa terwujud.

“Kalau bicara soal dukungan dari pemerintah, sejauh ini pemerintah masih mendukung LKKS dalam hal melakukan pembinaan terhadap Posdaya. Dukungan yang diberikan pemerintah tidak hanya dalam bentuk rasa semangat, juga ditunjukan dengan dalam bentuk materi,” ucapnya.

Parla juga mengatakan, sejauh ini keberadaan Posdaya memang belum begitu besar mengapung ke permukaan hidup bersosial di daerah Sumatera Barat. Hal ini dikarenakan, keberadaannya lebih menekankan membantu masyarakat kurang mampu.

“Artinya, apabila Posdaya berhasil mengubah status sosial masyarakat di lingkungannya, maka peran Posdaya akan diakui banyak pihak, termasuk dari pemerintah,” sebutnya.

Untuk itu, LKKS berharap kemajuan dan eksistensi Posdaya tidak hanya menjadi tanggungjawabnya LKKS ataupun Yayasan Damandiri. Soal membantu masyarakat yang tergolong kurang juga merupakan tanggungjawab bersama, termasuk pemerintah.

“Kedepan, Posdaya akan terus dibina, sampai persoalan kesenjangan sosial yang ada di Sumatera Barat benar-benar tuntas,” tambahnya.

Tidak hanya dukungan dari segi materi, juga mendapat dukungan dari Pemerintah Kota. Seperti yang dilakukan oleh Posdaya Utama, Parak Laweh, Kecamatan Lubuk Begalung. Dalam hal menjalankan salah satu pilar Yayasan Damandiri, yakni di bidang kesehatan, mendapat dukung langsung berupa satu unit alat timbang yang diperuntukan untuk Posyandu Anak yang ada di Kecamatan Lubuk Begalung.

Ketua Harian Lembaga Koordinasi Kesejahteraan Sosial (LKKS) Sumatera Barat, Parlagutan Nasutio/Foto: M. Noli Hendra

Untuk mendapatkan bantuan itu, pemerintah di Kecamatan Lubuk Begalung perlu melakukan seleksi, mengingat cukup banyak Posyandu ada yang ada di kecamatan tersebut.  Posyandu Pelapa yang merupakan binaan dari Posdaya Utama Parak Laweh dinilai bagus, satu unit alat timbang itu pun diserahkan.

Ketua Posdaya Utama Aidil Adhari mengatakan sebelumnya di Posyandu Pelapa menggunakan timbang anak dari timbangan barang, yang dimodifikasi menjadi timbangan anak dengan menggunakan kain sarung. Dengan memiliki sekira 75 anak dan balita, terkadang ada kendala.

Kendati demikian, Posyandu Pelapa tetap terus berjalan secara rutin setiap hari Rabu pekan kedua dalam rentang waktu satu kali dalam satu bulan. Di lokasi yandu yang berada di Jalan Utama itu tidak hanya melakukan aktivitias layanan yandu, tetapi untuk memberikan rasa nyaman bagi anak dan balita, disediakan tempat bermain dan taman-taman mini yang indah.

“Kita di Posyandu Pelapa tentunya merasa senang dengan adanya timbangan yang baru dari pemerintah itu. Bentuknya bagus, yakni tempat meletakkan bayi itu layaknya seperti ayunan. Sehingga hal ini tidak membuat si anak atau bayi merasa gelisah saat dilakukan timbangan berat anak,” katanya.

Ia juga menyebutkan, dengan adanya perhatian yang positif dari pemerintah, Posyandu binaan Posdaya Utama ini, juga akan menjadi Posyandu percontohan bagi Pemko Padang.

Alasan yang membuat Posdaya Utama dilirik menjadi Posyandu percontohan, berawal dari penilaian yang dilakukan oleh Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Lubuk Begalung, yang menyatakan Posyandu Pelapa memiliki tempat yang luas serta juga menyediakan tempat bermain anak.

Kondisi yang ada di Posyandu Pelapa, dinilai pihak Puskesmas layak untuk dipedomani oleh Posyandu lainnya. Karena jika melihat pada umumnya, Posyandu hanyalah sebagai tempat untuk aktifitas para orangtua mendapatkan imunasi, vaksin, pengukuran tinggi badan dan kepala anak, serta melakukan penimbangan berat anak. Ternyata di Posyandu Pelapa tidaklah demikian, malah di Posyandu Pelapa turut memberikan rasa aman dan nyaman dalam hal memberikan layanan kesehatan.

“Rencana saya selanjutnya untuk Posyandu Pelapa itu, yakni akan membuat tanaman toga (Tanaman Obat Keluarga) dan kebun bergizi di lokasi yandu. Artinya, dengan adanya tanaman toga dan kebun bergizi, juga bisa dimanfaatkan oleh masyarakat setempat, sebagai kebutuhan tertentu,” jelasnya.

Lihat juga...