MEDAN – Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi), Sumatera Utara (Sumut) meminta, para pelajar SMA ikut melindungi hutan mangrove di daerah tersebut. Terutama dari ancaman kepunahan yang diakibatkan ulah orang-orang yang tidak bertanggungjawab.
Direktur Eksekutif Walhi Sumut, Dana Prima Tarigan mengatakan, perlindungan yang dilakukan pelajar diantaranya dengan mencintai hutan bakau, dan melaksanakan sosialiasai kepada masyarakat untuk ikut mencintai lingkungan. Mencintai lingkungan dan alam, merupakan salah satu program Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), sehingga guru harus menerapkannya kepada siswa.
Selanjutnya, para pelajar, juga menyampaikan kepada masyarakat, pentingnya melindungi hutan bakau yang ada di wilayah Pantai Timur, Sumatera. “Jadi, program yang dilaksanakan para pelajar di Indonesia, harus tetap dilaksanakan, dan hal ini juga membantu pemerintah dalam menyelamatan hutan mangrove dari kerusakan,” ungkap Dana, Rabu (8/8/2018).
Saat ini, hutan mangrove di beberapa daerah di Sumut, mengalami kerusakan cukup parah akibat pembalakan liar, dan dijadikan areal perkebunan sawit, serta tambak udang. Dinas Kehutanan Sumut harus menyelamatkan hutan mangrove, dan memberikan tindakan tegas kepada pelaku perusakan lingkungan.
Dana menambahkan, Dinas Kehutanan Sumut perlu mendukung kegiatan yang dilakukan Kelompok Tani Mekar di Kabupaten Langkat, yang memanfaatkan lahan mangrove seluas 105 hektare di Desa Lubuk Kertang, Kecamatan Brandan Barat sebagai kawasan wisata dan sarana belajar bagi siswa.
Gagasan tersebut membantu program pemerintah, dalam menyelamatkan hutan mangrove. “Pemerintah perlu mengapresiasi Kelompok Tani Mekar yang melestarikan lingkungan, dan menyelamatkan hutan bakau di Desa Lubuk Kertang yang mengalami hancur, saat ini kembali hijau dan dijadikan kawasan wisata yang cukup indah,” kata Pemerhati Lingkungan itu.
Sebelumnya, hutan mangrove seluas 105 haktare di pantai Kecamatan Brandan Barat, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, kini menjadi kawasan wisata dan sarana belajar bagi para siswa. Hutan mangrove di Desa Lubuk Kertang, Kecamatan Brandan Barat, menjadi kawasan wisata dan tempat belajar bagi para siswa SD, SMP, dan SMA.
Semula hutan mangrove itu, mengalami kerusakan yang cukup parah, tetapi kini telah berubah menjadi kawasan hijau, dan subur. Sehingga menjadi salah satu daya tarik bagi wisatawan lokal maupun nusantara. (Ant)