PUPR Bekasi Bangun 95 Sumur Bor Air Tanah

CIKARANG – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, membangun 95 sumur bor air tanah. Kegiatan tersebut dilakukan dengan anggaran Rp10 miliar yang bersumber dari APBD Murni 2018 daerah setempat.

“Tahun ini total ada 95 titik sumur bor air tanah yang kita bangun, tersebar di beberapa Kecamatan,” kata Kepala Bidang Pengairan dan Sumber Daya Air (PSDA) pada Dinas PUPR Kabupaten Bekasi, Nur Chaidir, Rabu (8/8/2018).

Menurut Chaidir, perbedaan kondisi hidrologi di sejumlah wilayah di Kabupaten Bekasi, kerap menjadi faktor penghambat masyarakat mendapatkan akses air bersih. Sementara air bersih memiliki nilai strategis dan menjadi sumber kebutuhan pokok masyarakat. Tingkat ketergantungan atas pasokan air baku dari air tanah begitu tinggi.

Pembangunan sumbur bor air tanah, diprioritaskan untuk daerah yang mengalami krisis air dan daerah tertinggal. Dengan harapan, adanya pasokan air bersih mampu menunjang pembangunan infrastruktur dan peningkatan ekonomi masyarakat di wilayah tersebut. “Paling banyak di daerah padat penduduk seperti di Tambun Selatan, Kedungwaringin dan lain sebagainya,” katanya.

Pembangunan sumur bor air tanah, tidak bisa dilakukan secara sembarangan. Penentuan lokasi melalui penelitian dengan menggunakan teknik Geolistrik. “Jadi tidak semua tempat bisa kita bangun, harus melihat ketersediaan air tanahnya terlebih dahulu, apakah bisa dibangun atau tidak supaya pembangunannya nanti jangan sia-sia atau tidak bisa digunakan karena tidak ada sumber airnya,” jelasnya.

Dari hasil penelitian, sejumlah Kecamatan seperti Cibarusah, Bojongmangu, dan Serang Baru tidak dapat dijadikan titik pengeboran. Untuk daerah tersebut diupayakan membangun sumur imbuhan, sekaligus membuat kolam penampungan. “Karena Kecamatan itu jadi langganan kekeringan saat musim kemarau,” tambahnya.

Penanganan masalah kekeringan, membutuhkan kerja sama beberapa pihak, di antaranya, Dinas Lingkungan Hidup (LH), Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM), serta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD). LH melakukan reboisasi dan normalisasi sungai.

Masalah kekeringan juga sudah teratasi dengan adanya bantuan dari PDAM Tirta Bhagasasi dan BPBD Kabupaten Bekasi yang memberikan pasokan air bersih kepada masyarakat secara gratis. “PDAM sendiri sudah melakukan penambahan peningkatan produksi air bersih per detiknya, sehingga masalah kekeringan dan air bersih di wilayah selatan seperti Cibarusah, Bojongmangu dan sekitarnya sebetulnya sudah kita antisipasi,” pungkasnya. (Ant)

Lihat juga...