Tantangan Indonesia, dari Pasar Global hingga Revolusi Digital 4.0

Editor: Koko Triarko

MAUMERE – Rektor Universitas Nusa Nipa (Unip) Maumere, Ir. Angelinus Vincentius, M.Si., mengatakn, sepanjang 73 tahun,  Indonesia telah berkembang menjadi negara yang tidak kalah pesat pertumbuhannya dibandingkan negara-negara berkembang lainnya, sehingga Indonesia mendapat banyak tempat di berbagai forum internasional.
“Namun di sisi lain,  kita dihadapkan dengan berbagai tantangan yang sangat dinamis dan kompleks, mulai dari pasar global, zaman milenium dengan era digital revolusi 4,0 hingga tantangan pluralitas yang majemuk, mengingat bangsa kita terdiri dari latar belakang suku, agama, adat istiadat yang sangat beragam,” sebutnya, dalam upacara bendera HUT ke-73 RI di kampus setempat, Jumat (17/8/2018).
Ia menambahkan, bahwa penting mengedepankan nilai persatuan, kesatuan dan kebersamaan, agar keberagaman menjadi rahmat dan sumber kekuatan yang mendorong kita semua untuk saling mendukung satu sama lain, dan maju bersama sebagai bangsa yang kuat dan bersatu.
“Terima kasih kepada yayasan pendidikan tinggi Nusa Nipa, para pemangku kepentingan serta berbagai elemen civitas akademika, atas kerja sama yang baik dalam menegakkan perguruan tinggi sebagai lembaga ilmiah dan kampus sebagai masyarakat ilmiah yang melaksanakan tri karya perguruan tinggi, yaitu institusionalisasi, profesionalisasi dan transpolitisasi,” ungkapnya.
Upacara bendera di kampus Unipa Maumere dihadiri segenap mahasiswa, dosen dan pegawai beserta suami dan istri masing-masing. Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Wakil Rektor III bagian Kemahasiswaan, Sandy Immanuel, Yansiku, ST., MT., M.Eng, sebagai pembina upacara.
Sementara itu, Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Unipa, Filipus Kako Pati, mengatakan, sebagai generasi muda penerus bangsa, mahasiswa Universitas Nusa Nipa (Unipa) Maumere harus menjadi garda terdepan, demi membela dan mempertahankan bangsa dan negara Indonesia dari berbagai ancaman yang ada.
“Berdirinya negara Indonesia tidak lepas dari perjuangan kaum muda. Untuk itu, sebagai mahasiswa kita harus menjadi garda terdepan dalam membela dan mempertahankan negeri ini,” tegas Filipus Kako Pati.
Menurut Filipus, berdirinya negara Indonesia tidak lepas dari perjuangan kaum muda, sehingga saat ini dan ke depan, Indonesia butuh anak muda yang kritis dan mampu menjadi penggerak perubahan.
“Idealisme anak muda seringkali jadi kunci perubahan di negeri ini. Meski di tengah tekanan untuk terus berubah mengikuti sistem dan birokrasi, sebagai anak muda, idealisme itu layak dipertahankan hingga kapan pun,” pungkasnya.
Lihat juga...