Serangan ke Gedung Pemerintah di Afghanistan, 15 Tewas
JALALABAD — Setidak-tidaknya 15 orang tewas di kota Jalalabad, Afghanistan, akibat kelompok bersenjata menyerbu gedung pemerintah, pada Selasa (31/7/2018).
Serbuan itu membuat puluhan orang terjebak di dalam gedung tersebut setelah seorang penyerang meledakkan diri di gerbang masuk.
Serangan itu menggarisbawahi betapa keamanan di negara tersebut berada dalam keadaan mengerikan setelah perang 17 tahun. Keadaan itu diperparah dengan peningkatan serangan IS terhadap sasaran sipil, bahkan di tengah tekanan agar pembicaraan perdamaian digelar antara pemerintah dukungan Barat dan Taliban.
Belum ada yang menyatakan bertanggung jawab dalam serangan pada Selasa itu kendati Taliban mengeluarkan pernyataan berisi bantahan bahwa pihaknya terlibat.
Setelah suara tembakan dan ledakan terdengar dalam beberapa jam, juru bicara pemerintah provinsi Attaullah Khogyani mengatakan insiden itu tampaknya sudah berakhir, dengan dua pria bersenjata tewas sementara banyak bagian gedung tersebut hancur.
Ia mengatakan setidaknya 15 orang tewas dan 15 lainnya terluka. Jumlah korban kemungkinan masih akan bertambah karena para petugas masih melakukan penyisiran.
Sementara itu, anggota dewan provinsi setempat, Sohrab Qaderi, mengatakan delapan orang tewas dan sebanyak 30 lainnya cedera.
Saksi bernama Obaidullah mengatakan serangan itu bermula ketika sebuah mobil hitam berisi tiga orang berhenti di gerbang sebuah gedung departemen urusan pengungsi. Satu pria bersenjata kemudian keluar dari mobil tersebut dan melancarkan tembakan ke sekelilingnya.
Satu penyerang meledakkan dirinya di gerbang dan dua pria bersenjata memasuki gedung, yang letaknya berada di dekat kawasan pertokoan dan kantor pemerintahan, tambahnya.
Beberapa menit kemudian, mobil tersebut meledak hingga melukai orang di jalan, kata Obaidullah.
Ketika pasukan keamanan mengepung daerah itu, terdengar bunyi serangkaian tembakan dan ledakan, yang diduga berasal dari granat tangan. Asap hitam terlihat melambung ke udara.
Sohrab Qadera mengatakan sekitar 40 orang tampaknya terjebak di dalam gedung, yang mulai terbakar dalam serangan.
Setelah penyerangan berakhir, belum ada kejelasan soal nasib mereka. IS menyatakan bertanggung jawab dalam beberapa serangan baru-baru ini di kota tersebut.
Khogyani mengatakan serangan terjadi pada saat pertemuan dengan para lembaga swadaya masyarakat sedang berlangsung untuk membahas masalah menyangkut pengungsi.
“Kepala departemen dan beberapa orang lain dibawa ke tempat aman,” katanya. (Ant)