Produksi Getah Karet di Oku Timur Menurun
MARTAPURA – Produksi getah karet di sejumlah lahan perkebunan di Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur, Sumatera Selatan mengalami penurunan 50 persen. Hal itu dampak musim kemarau panjang yang terjadi di tahun ini.
“Hasil produksi karet semakin menurun, karena pohon mengalami kekeringan, akibat kemarau, sehingga getah yang dihasilkan dari menyadap cenderung lebih sedikit,” kata petani karet di Desa Raman Agung, Kecamatan Buay Madang Timur, Ogan Komering Ulu (OKU) Timur, Abas, Sabtu (25/8/2018).
Sebelum musim kemarau melanda di wilayah itu, produksi karet yang diperoleh dari lahan seluas satu hektare (Ha) dapat mencapai 100 kilogram. Namun sejak pergantian musim pancaroba, getah yang dihasilkan dari menyadap pohon karet di kebun milikinya itu hanya sekitar 50 kilogram getah bersih. “Hasil yang diperoleh tidak sesuai dengan biaya operasional. Belum lagi harga jualnya saat ini juga turun,” kata Nopi petani karet lainnya.
Harga jual karet ditingkat pengepul, sejak sepekan terakhir mengalami penurunan Rp1.500 untuk setiap kilogramnya. “Sebelumnya harga jual getah karet mingguan masih diangka Rp7.500 per kilogram, sekarang turun menjadi Rp6.000 per kilogram,” tandasnya.
Dengan menurunnya produksi, serta anjloknya harga jual tersebut, pendapatan petani semakin terpuruk. Hal itu memicu para petani enggan menyadap pohon karet. “Bahkan, beberapa di antara kami, lebih memilih bekerja sebagai buruh serabutan dari pada menyadap karet untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari dan biaya pendidikan anak,” pungkasnya. (Ant)