Korban Gempa Lombok Banyak Idap ISPA

Rumah Sakit Lapangan - Dokumentasi CDN

SURABAYA – Rumah Sakit Lapangan (RSL) Universitas Airlangga (Unair), Surabaya, yang didirikan di Pelabuhan Bangsal, Kabupaten Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat (NTB), menangani kasus Infeksi Saluran Pernafasan Atas (ISPA) korban gempa Lombok.

“Mungkin karena cuaca, belum lagi di penampungan atau tenda, mereka harus kumpul dengan banyak orang. Ditambah debu, karena proses pembersihan reruntuhan bangunan,” kata Relawan tim medis Rumah Sakit Terapung Ksatria Airlangga (RSTKA), dr Muhammad Syahrun Mubarok, Minggu (26/8/2018).

Selain ISPA, diare juga menjadi penyakit yang banyak diderita warga. Relawan kesehatan menengarai kondisi tersebut dipicu sanitasi yang tidak bagus. “Makan minum karena harus kumpul di tempat satu. Karena itu kehigienisannya harus dijaga,” tambahnya.

Setelah mendapat penanganan medis, pasien akan diberi obat, dan dipantau kesehatannya. Konsumsi obat juga diteruskan, dan akan diberi obat tambahan apabila diperlukan.

Terpisah, Rektor Unair, Prof Mohammad Nasih mengatakan, pihaknya terus mengajak sivitas Unair dan siapapun, untuk membantu korban bencana di Lombok. “Rektorat juga aktif berkomunikasi dengan pengurus IKA Unair wilayah Lombok, agar memberikan perhatian secara berkelanjutan,” kata Nasih.

Menurutnya, diperlukan penanganan utuh dan berkelanjutan, seperti normalisasi hunian yang bisa dilakukan secara bertahap. “Yang mendesak itu bagaimana pengembalian, pemulihan kondisi psikologis korban. Terutama anak-anak dan ibu-ibu,” pungkasnya. (Ant)

Lihat juga...