Harga ‘Beras Bulog’ di Wamena Rp23.000/Kilogram

Beras, ilustrasi -Dok: CDN

WAMENA — Harga beras medium atau sering disebut beras Bulog di pasaran Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Provinsi Papua, mencapai Rp23.000/kilogram, atau jauh melampaui harga eceran tertinggi (HET) yang berlaku di wilayah yakni sebesar Rp10.250/kilogram.

Kepala Bidang Perdagangan Dinas Tenaga Kerja Perindustrian dan Perdangan Kabupaten Jayawijaya Arisman Chaniago mengatakan sebelumnya harga beras medium yang dijual di pasaran Wamena sebesar Rp15 ribu per kilogram.

“Kini beras bulog di pasaran Wamena mengalami kenaikan yang cukup tinggi dari sebelumnya Rp15 ribu per-kilogram, tembus Rp23 ribu per kilogram. Ini diiringi dengan pasokan yang sulit, yang didapatkan oleh pedagang beras Bulog di pasaran,” katanya di Wamena, ibu kota Kabupaten Jayawijaya, Kamis (30/8/2018).

Dia mengakui, harga beras medium di Wamena, Jayawijaya, memang sejak dulu lebih tinggi dari HET beras medium yang berlaku di wilayah setempat.

Mulai 1 April 2018, HET beras di Wamena dan sekitarnya sebesar Rp10.250/kilogram, atau lebih tinggi dari HET nasional yang mencapai Rp9.450/kilogram, terkait jarak yang berpengaruh pada ongkos angkut.

Menyingkapi harga beras medium yang jauh melampaui HET akibat kesulitan pasokan, maka Bulog Papua menggelar pertemuan dengan Pemerintah Kabupaten Jayawijaya pada 20 Agustus lalu.

Pada pertemuan itu pemerintah dan Bulog sepakat untuk melakukan operasi pasar murah beras Bulog dalam waktu dekat, dengan harga yang murah.

Untuk merealisasikan operasi pasar tersebut, Pemkab Jayawijaya telah melakukan pengambilan data 25 pengusaha untuk ditetapkan sebagai pengecer.

Pengecer-pengecer beras ini tersebar di pusat kota Jayawijaya hingga beberapa distrik seperti Distrik Tagime, Bolakme, Yalengga, Pyramid, dan Asologaima.

“Nanti konsumen yang ingin akan beras operasi pasar murah Bulog, dapat membeli di pengecer yang sudah ditetapkan nantinya oleh bupati Jayawijawijaya,” kata Arisman. [Ant]

Lihat juga...