Bupati: Gunung Lawu Saksi Terbentuknya RI

Edtor: Koko Triarko

SOLO – Bupati Karanganyar, Juliatmono, mengatakan, gunung Lawu memiliki sejarah yang sangat panjang, dan menjadi saksi dan bukti terbentuknya Republik Indonesia. Gunung yang dikenal memiliki keindahan alam dan memiliki eksotisme tersendiri ini memiliki daya tarik yang kuat.
“Terbukti, berbagai tokoh nasional, baik presiden maupun lainnya banyak yang melakukan pendakian di gunung yang berada di perbatasan Jawa Tengah dan Jawa Timur ini”, kata Juliatmono, dalam sambutan peletakan batu pertama pembangunan anak tangga menuju puncak gunung Lawa di Gapura Pos Pendakian Cemoro Kandang, Tawangmangu, Karanganyar, Jumat (17/8/2018).
Menurutnya, gunung ini sangat indah dan tidak pernah menyengsarakan. Adanya gunung Lawu, bahkan menjadi berkah, karena sebagai gentongnya air di Solo dan sekitarnya. Ia mengibaratkan, pentingnya menjaga ekosistem gunung Lawu sebagai menanam satu pohon, baru 10 tahun kemudian rembesan airnya sampai di Bengawan Solo.
Bupati juga menegaskan, dengan pembangunan anak tangga hingga ke puncak Lawu ini tidak ada keinginan untuk merusak ekosistem alam. Anak tangga yang dibangun di gunung Lawu tidak permanen, melainkan menata bebatuan alami.
Tujuan pembangunan anak tangga tak lain untuk mempermudah akses, sekaligus memastikan keselamatan bagi pendaki.
“Tak ada sedikit pun berniat untuk eksploitasi. Justru ini untuk melestarikan alam. Siapa pun  yang ingin muncak, agar tidak tersesat, karena ada petunjuknya. Kalau memang bagi pendaki kurang tantangan, bisa melalui jalur lain yang masih alami,” jelasnya.
Bupati mengataka, sumber dana yang digunakan untuk membangun anak tangga sama sekali bukan dari APBD Karanganyar. Dana pembangunan akses pendaki itu akan digalang dari berbagai pihak ketiga, untuk memberikan Corporate Social Responsibility (CSR).
“Sama sekali tidak ada APBD, kalau dari kementerian yang akan memberikan justru boleh. Saya juga telah izin kepada Bu Menteri serta kepada pemerintah pusat,” imbuhnya.
Pembangunan anak tangga gunung Lawu ini, direncanakan selesai tiga tahun ke depan, yakni pada 17 Agustus 2020, mendatang. Pembangunan akses untuk mempermudah ke puncak Lawu, juga diharapkan dapat menjadikan pesona wisata di Karanganyar kian menasional.
“Pembangunan anak tangga sampai di puncak gunung ini satu-satunya di Indonesia. Mudah-mudahan menjadi pesona wisata Internasional yang melestarikan alam sekitar,” tandasnya.
Pada kesempatan ini, Bupati juga meminta izin kepada seluruh pecinta alam, komunitas anak gunung maupun pemerhati gunung, untuk memulai membangun akses yang lebih nyaman, hingga ke Hargodumilah yang merupakan puncak gunung Lawu.
“Motivasi kita membangun anak tangga  adalah  untuk ikut menjaga gunung Lawu ini, agar tetap wilujeng slamet, (selamat) dan aman. Yakni menyelamatkan siapa saja yang ingin ke puncak Lawu,” kata Bupati di hadapan Muspida, Koordinator Karanganyar dan berbagai elemen pecinta lingkungan.
Lihat juga...