Titipkan Ternak Ke Pedagang Hewan Kurban Mudahkan Penjualan
Editor: Mahadeva WS
LAMPUNG – Peternak kambing dan sapi di Lampung Selatan, menitipkan ternak yang dimiliki ke pedagang hewan kurban. Penitipan dilakukan untuk memudahkan penjualan kambing dan sapi yang dimiliki sebagai hewan kurban.
Herton (30), pemilik lima ekor kambing jantan jenis rambon dan dua ekor kambing kacang menyebut, lima belas ekor ternak kambing miliknya sengaja dititipkan ke pedagang musiman hewan kurban. Hal itu menjadi solusi agar ternak lebih cepat laku.
Sementara, untuk menjual ternak di hari biasa, juga tidak mudah dilakukan. Sistem, titip jual tersebut menerapkan kesepakatan bagi hasil. Penjualan sistem titip tersebut sudah berlangsung belasan tahun di wilayah Lampung Selatan, terutama menjelang Idul Adha atau Idul Kurban.
Pedagang yang berjualan dinilainya, cukup diuntungkan karena jenis dan kondisi kambing cukup beragam. Hal tersebut menambah pilihan bagi calon konsumen. “Pedagang yang kami titipi ternak kambing memang tetangga dan sudah dikenal sehingga hanya modal kepercayaan. Khusus untuk pakan, sudah menjadi tanggungjawab pedagang tinggal dipotong biaya yang dikeluarkan,” terang Herton kepada Cendana News, Senin (30/7/2018).
Tidak adanya pasar ternak di wilayah tersebut, membuat peternak tradisional menjual ternak setahun sekali. Dibuka dua hari, lokasi penjualan hewan kurban di Jalan Kolonel Makmun Rasyid Kalianda, sudah menjual dua ekor kambing dengan harga setiap ekor Rp2,3juta. Kebiasaan menitipkan ternak untuk dijual sebagai hewan kurban dibenarkan oleh Deden (35). Warga Kalianda yang sudah lima tahun berjualan hewan kurban tersebut mengatakan, Dia biasa menjual 30 hingga 50 ekor kambing jenis rambon, kacang terutama kambing jantan.
Kambing yang dititip jual, harus memenuhi syarat sebagai hewan kurban dari segi umur dan kesehatan kambing. “Fisik kambing harus sehat, karena sebagai pedagang kami kerap diberi sosialisasi oleh Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan agar menjual hewan kurban sehat,” paparnya.
Segi positif dari kebiasaan titip jual, lapak musiman tempatnya berjualan bisa menyediakan banyak kambing. Ia mengaku sengaja tidak menjual sapi karena keterbatasan modal. Hampir setengah kambing yang dijual merupakan hasil membeli dari petani untuk dijual kembali. Dan sebagian merupakan kambing yang diternak sendiri.
Hewan kurban jenis kambing yang dijual Deden, harga pasaranya antara Rp2 juta hingga Rp3,5 juta. Semakin baik jenis kambing, terlihat dari fisik dan juga bobot, maka akan semakin mahal harganya. Omzet selama berjualan sering mencapai Rp50juta.

Harga kambing jenis rambon, kacang, etawa pada tahun ini dijual Tubik antara Rp2 juta hingga Rp3 juta. Sementara sapi jenis peranakan ongole (PO), limousin dan brahman, dijual mulai harga Rp17 juta hingga Rp23 juta. “Bisnis ini menjadi usaha sampingan bagi saya yang juga peternak sekaligus membantu petani yang tak memiliki waktu menjual hewan untuk kurban,” cetus Tubik.