Plt. Bupati Sikka Disebut Pernah Minta Guru Larang Pembangunan Puskesmas
Redaktur: ME. Bijo Dirajo
MAUMERE — Kepala sekolah TK Negeri Pembina Maumere, Wilhelmina Woga menyebutkan, sebelumnya, Pelaksana Tugas (Plt) bupati Sikka Drs. Paolus Nong Susar sudah meminta agar para guru melarang adanya aktifitas pembangunan puskesmas sebelum adanya pembicaraan dengan dinas terkait.
“Hasil dari pertemuan antara para guru, orang tua murid dan pengurus komite, Plt.bupati mengatakan, kalau ada penumpukan material larang dulu, tahan dulu sebab harus diluruskan dahulu lokasi tanah yang akan dibangun puskesmas itu,” sebut Wilhelmina Woga, Kepala sekolah TK Negeri Pembina Maumere, Kamis (5/7/2018).
Nong Susar sebut Wilhelmina menyuruh para guru, orang tua murid dan pengurus komite agar melarang pembangunan tersebut sebab masalah ini harus diselesaikan terlebih dahulu baru pihak kontraktor mengadakan aktifitas pembangunan.
“Tanah yang digunakan untuk pembangunan puskesmas merupakan aset dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga (PKO) kabupaten Sikka yang sertifikat tanahnya menyatu dengan lokasi sekolah ini dan belum ada pemecahan atau pengalihan aset di dinas PKO Sikka,” tuturnya.
Proses komunikasi dari awal, terang Wilhelmina, terjadi saat Musrembang di kelurahan bulan Februai 2018 kemarin dimana camat Alok mengatakan di depan TK Negeri Pembina akan dibangun Puskesmas Kopeta yang merupakan puskesmas percontohan.
“Saya katakan kalau memang begitu silahkan berkonsultasi dengan atasan saya di dinas PKO sebab selaku bawahan, saya tidak memiliki kewenangan untuk memberikan persetujuan,” ungkapnya.
“Setelah itu tidak ada lagi pemberitahuan secara lisan maupun tertulis hingga tiba-tiba ada kegiatan penebangan pohon dan pembersihan lahan,” sesalnya.

Elisabet Gaso, SPd.Aud., guru TK Negeri Pembina lainnya mengatakan, pihaknya disuruh untuk sementara waktu bersekolah di lokasi puskesmas Kopeta namun sekali lagi pihaknya keberatan sebab ruangan di gedung tersebut sangat kecil, tidak ada ruangan dan taman bermain anak.
“Sekolah ini kan standar nasional dan menjadi sekolah Pembina bagi sekolah lainnya sehingga tentunya gedung dan peralatannya pun harus sesuai standar nasional. Sebaiknya di bangun gedung baru terlebih dahulu dan sekolah dipindahkan ke gedung baru dahulu sehingga pembangunan puskesmas bisa berjalan,” harapnya.
Apalagi sesal Elisabet, bila lokasi puskesmas Kopeta yang dijadikan sebagi lokasi sekolah sementara maka bangunan tersebut pun harus disterilkan terlebih dahulu sebab tentunya masih tersisa bau obat-obatan dan harus ada perbaikan terlebih dahulu serta menempatkan sarana bermain.