Mikha Tambayong Suka Film Bikin Orang Berpikir
Editor: Makmun Hidayat
JAKARTA — Mikha Tambayong termasuk artis muda yang sudah cukup banyak pengalaman dalam karir di dunia hiburan. Bahkan penyuka film yang membuat orang berpikir, ini menjadi aktris, model dan penyanyi muda yang patut diperhitungkan.
Ia mengawali kariernya di ajang pemilihan GADIS Sampul pada tahun 2008. Debutnya di dunia sinetron dengan karakternya sebagai Tasya merupakan tokoh utama di sinetron berjudul Kepompong.
Kini ia membintangi film horor pertamanya berjudul 13: The Haunted. Sebuah film produksi RA Pictures dengan arahan sutradara Rudi Soedjarwo yang berkisah tentang tujuh sahabat yang bosan kaya berupaya untuk meraih popularitas dengan mengalahkan dua vlogger terkenal, The Jackal, yang selalu meliput keberadaan hantu.
“Saya main film ini karena ditawarin produser filmnya yang memang sudah saya kenal,” kata Mikha Tambayong kepada Cendana News di Kemang, belum lama ini.
Dara kelahiran Jakarta, 15 September 1994, itu membeberkan sudah beberapa kali dirinya diajak main film, tapi baru kali ini kebetulan jadwalnya cocok jadi kali ini ia terima.
“Pas banget saya bisa dan kebetulan saya belum pernah main film horor dan tentu menjadi tantangan bagi saya kali ini membintangi film horor,” terang anak semata wayang dari pasangan Michael Tambayong dan Deva Tambayong ini.
Selama syuting film ini, kata Mikha, tidak ada sesuatu yang mistis terjadi sebagaimana syuting film horor biasanya.
“Hanya saja sensasinya berbeda, meski saya sudah baca skenarionya tapi saya tetap kaget-kaget juga takutnya harus tidak dibuat-buat karena memang seram,” beber pemilik nama lengkap Maudy Mikha Maria Tambayong ini.
Dalam film ini, Mikha memerankan karakter bernama Klara yang punya sixteen, punya indra keenam.
“Makanya ini benar-benar tantangan banget bagi saya karena saya tidak tahu, dan pas main ternyata tak mudah memerankannya, tapi seru banget,” ungkap artis yang lulus di Morning Star Academy dan melanjutkan kuliah di Fakultas Hukum Universitas Pelita Harapan.
Untuk menghayati karakter orang yang punya indra keenam, Mikha perlu banyak belajar dan bimbingan dari banyak orang, seperti di antaranya Rudi Soedjawo, sutradara film ini.
“Saya juga ngobrol dengan pemain lainnya yang karakternya beda-beda, saling sharing, untuk membintangi film ini saya harus bisa mengekpresikan rasa takut,” ujarnya.
Akting bagi Mikha, adalah bagaimana caranya kita bisa menjadi bagian dari karakter orang lain.
“Meskipun dalam beberapa film kadang karakternya tidak beda jauh dengan karakater saya sendiri tapi tetap saja itu karakter orang lain. Jadi saya berakting untuk bisa menjadi bagian dari karakter orang lain yang sebaik mungkin,” paparnya.
Mikha tak terobsesi pada karakter maupun genre film tertentu karena hampir semua genre film sudah ia lakoni, mulai dari drama, laga, komedi dan kali ini genre film horor.
“Sejauh ini memang sudah hampir semuanya, tapi masih banyak lagi karakter dan genre film yang ingin saya eksplor,” tuturnya.
Harapan Mikha, film ini mendapat sambutan baik dari masyarakat dan dirinya memang bangga dengan film Indonesia. “Film ini beda dengan film-film horor lainnya, saya termasuk orang yang suka film horor, baik film luar maupun dalam negeri,” tegasnya.
Mikha mengaku secara pribadi suka dengan film yang membuat orang berpikir. “Bagi saya film ini juga termasuk film yang membuat orang berpikir dengan menduga adegan demi adegan yang memang membuat orang dipastikan penasaran dan pastinya film ini tentu seru banget,” tandasnya.