KKP Gelar Jambore Pesisir untuk Bersihkan Laut
JAKARTA – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menggelar jambore pesisir di sejumlah daerah sebagai upaya untuk membersihkan kawasan perairan seperti lautan dan tepi pantai dari berbagai sampah terutama plastik yang terus membahayakan ekosistem di sana.
“Kami mengadakan acara jambore pesisir di daerah-daerah tentang laut,” kata Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti dalam acara kampanye Gerakan untuk Laut Indonesia yang Sehat di Jakarta, Minggu.
Menurut Susi, dalam acara tersebut juga melakukan acara bersih-bersih dan penyadaran agar tidak menggunakan lagi sampah plastik, serta juga digelar pula sejumlah lomba dan sebagainya.
Menteri Susi juga mengingatkan bahwa hingga saat ini jangan ada lagi warga yang menggunakan botol air mineral dari plastik, jangan menggunakan sedotan plastik atau kantong kresek.
“Kurangi sampah plastik harus dimulai dari diri kita sendiri,” kata Menteri Kelautan dan Perikanan.
Sementara itu, Direktur Jenderal Pengelolaan Ruang Laut KKP Brahmantya Satyamurti Poerwadi memaparkan bahwa acara jambore pesisir tersebut merupakan bagian dari program Gita Laut atau Gerakan Cinta Laut.
Selain itu, ujar Brahmantya, setiap warga bila melihat ada sampah di kawasan perairan harus diambil dan dimasukkan ke tempat sampah, karena bila tidak dapat dikonsumsi oleh perikanan yang hidup di sana.
Sebelumnya, Menteri Susi Pudjiastuti menyatakan, sampah plastik telah menjadi ancaman bagi laut di kawasan perairan sehingga berbagai pihak harus bersinergi guna menanggulangi permasalahan tersebut.
“Kalau sampah plastik atau ‘micro plastic’ dimakan oleh ikan, kemudian ikan dimakan oleh kita. Lalu bagaimana nilai kesehatannya? Bagaimana nilai jualnya? Itu juga harus dipikirkan bersama,” jelas Menteri Susi.
Sebagaimana diwartakan, kunjungan Presiden Bank Dunia Jim Yong Kim ke Bali pada 5-6 Juli 2018 diharapkan dapat memperkuat komitmen pemerintah dengan partisipasi seluruh masyarakat Indonesia dalam memerangi sampah plastik.
Bank Dunia sendiri saat ini akan menjalankan proyek Dana Perwalian Kemaritiman Indonesia (Indonesia Oceans Multi Donor Trust Fund) yang memberikan dukungan strategis terhadap seluruh agenda kelautan Indonesia.
Dukungan yang diberikan antara lain mendukung perbaikan terhadap perencanaan, koordinasi, kebijakan dan pendanaan strategi kelautan Indonesia.
Kedua, mendukung upaya pengurangan limbah plastik yang diwujudkan dalam Rencana Aksi Nasional Pengurangan Sampah Plastik. Kemudian ketiga, mendukung ketahanan daerah pesisir dan sumber daya laut.
Dana Perwalian ini dikelola oleh Bank Dunia, yang merupakan dana hibah dari Norwegia dan Denmark, masing-masing berjumlah 1,4 juta dolar AS dan 875 ribu dolar AS.
Dana tersebut bertujuan untuk menciptakan sinergi dengan program sejenis lainnya di bawah Bank Dunia dan mitra pembangunan lainnya, termasuk dalam meningkatkan pengelolaan sampah di berbagai kota di Indonesia. (Ant)